
Kalau kamu mau kirim barang besar/berat dari Ekspedisi Sidoarjo Morowali, biasanya masalahnya bukan cuma “berapa ongkirnya”. Yang bikin pusing itu cara hitungnya: kadang ditanya kilogram, kadang diminta ukuran, lalu muncul istilah volume/kubikasi. Belum lagi kalau barangnya campuran—mesin + material proyek + furniture + sparepart—dan kamu butuh pickup cepat biar keburu masuk jadwal kapal.
Di rute Sidoarjo Morowali, tim kami di MAKHARYA CARGO biasa menangani pengiriman model begitu: barang proyek yang harus rapih hitungannya, barang berat yang butuh penguatan packing, sampai paket distribusi campuran untuk kebutuhan operasional di Morowali. Kantor pusat dan pengurusan legalitas kami berada di Surabaya, jadi administrasi, penjadwalan, dan kontrol pengiriman bisa kami pegang rapi—bukan model yang cuma ‘dititip berangkat’.
Kenapa ongkir barang besar/berat sering “berubah” saat dihitung?
Yang sering kejadian: customer chat, “Min kirim mesin 120 kg ke Morowali, berapa per kg?” Begitu tim penjemputan datang, biasanya baru kelihatan kalau barangnya sudah dipeti-kayukan atau ukuran totalnya membesar karena packing—di sini hitungan bisa berubah kalau dari awal tidak ukurannya tidak dikunci. Di titik ini, beberapa ekspedisi akan hitung berdasarkan volume (bukan cuma berat). Hasilnya ongkir terasa berubah, padahal sebenarnya metodenya berbeda.
Biar nggak kejadian bolak-balik, dari awal kami biasakan minta salah satu dari ini:
Di Sidoarjo, kebutuhan pickup cepat itu umum—apalagi barangnya dari:
Selama alamat jelas dan barang siap diangkat (atau ada bantuan alat), pickup bisa kita percepat. Kuncinya: cut-off. Kalau kamu ingin barang ikut jadwal kapal, pickup jangan mepet jam tutup operasional. Nanti tim kami atur urutan armada agar barang aman, bukan asal “diambil dulu”.
Karena sudut pandangnya campuran, rute ini biasanya dipakai untuk:
Di sini yang penting bukan cuma berangkat, tapi barang sampai sesuai kondisi dan perhitungan ongkirnya jelas dari awal.
Untuk rute cargo laut Sidoarjo Morowali, patokan tarif yang kamu berikan:
Ini biasanya ideal untuk barang:
Kalau barangmu di bawah minimum, tetap bisa jalan, tapi akan dihitung mengikuti minimum (praktik umum cargo). Biar hemat, biasanya customer gabungkan beberapa item dalam satu pengiriman.
Estimasi yang kamu minta dipakai di halaman:
Acuan 10–12 hari ini umumnya dipengaruhi:
Kalau kamu punya deadline proyek atau stok, biasanya saya sarankan: kirim detail barang dan alamat lebih awal, supaya kita bisa atur pickup sesuai jadwal 2x seminggu itu. Jadi bukan “ngejar” di belakang.
Untuk barang besar/berat, kita pakai prinsip sederhana:
Dalam praktik, ekspedisi akan pakai angka yang lebih besar di antara berat aktual vs berat volume (supaya space di kapal/ kontainer ter-cover). Makanya:
Misal furniture sudah dipacking rapi, ukurannya jadi lebih besar. Di titik ini, walau beratnya cuma sekian kg, volume bisa jadi dominan. Karena itu kami minta:
Tujuannya bukan “naikin ongkir”, tapi mengunci hitungan dari awal supaya kamu bisa budgeting.
Di rute Morowali, barang yang paling sering bikin ongkir “kaget” itu furniture besar dan barang ringan tapi memakan ruang. Jadi kalau kamu termasuk kategori ini, diskusi dulu sebelum pickup—biar jelas.

Karena rute ini banyak dipakai untuk kebutuhan campuran, di bawah ini saya jabarkan cara penanganan yang relevan (bukan daftar generik).
Mesin biasanya punya titik rawan:
Saran aman:
Kalau mesin perlu posisi tertentu (misal tidak boleh miring), sebutkan dari awal. Ini penting saat muat agar tidak ada salah posisi.
Material proyek cenderung “tahan banting”, tapi tetap ada risiko:
Saran aman:
Untuk material yang bentuknya aneh atau panjang, biasanya hitungan space juga perlu dipastikan dari awal.
Furniture itu “musuhnya” ada dua: sudut dan gesekan. Walau beratnya tidak seberapa, dimensinya besar, dan rawan penyok/lecet.
Saran aman:
Furniture sering jadi contoh klasik kenapa volume penting. Jadi sebelum pickup, pastikan ukuran setelah packing bisa dihitung.
Sparepart biasanya berat dan padat, sehingga hitungan kg lebih “fair”. Tantangannya:
Saran aman:
Kalau sparepart dikirim untuk kebutuhan industri/operasional, biasanya ada PIC penerima yang butuh data detail—kita bisa bantu rapikan packing dan label biar bongkar lebih cepat.
Untuk sembako dan konveksi, fokusnya:
Saran aman:
Biar aman dari awal, ada jenis barang yang tidak bisa kami terima, seperti:
Kalau kamu ragu barangmu masuk kategori ini atau tidak, bilang saja sejak awal—lebih enak kita cek dulu daripada barang tertahan di tengah proses.
Untuk rute cargo laut Sidoarjo Morowali, titik penjemputan yang paling sering kami handle itu campuran: gudang kecil, ruko, workshop, sampai area pergudangan. Karena pain point kamu jelas—butuh pickup cepat—maka yang perlu disiapkan sebelum armada datang biasanya cuma ini:
Kalau barangmu besar/berat (mesin, material proyek, sparepart dalam jumlah banyak), kami akan tanya dulu:
Ini penting karena banyak titik di Sidoarjo yang aksesnya beda-beda: ada yang gampang masuk truk, ada yang harus parkir agak jauh. Kalau info ini sudah jelas dari awal, pickup jadi cepat dan nggak makan waktu.
Catatan lapangan: pickup cepat itu bukan berarti “ambil asal angkut”. Kalau barang berat tidak disiapkan, yang rugi malah customer karena jadwal loading bisa geser.
Untuk wilayah Morowali, biasanya pengantaran menyesuaikan titik penerima:
Kami tidak menuliskan “nama-nama kecamatan panjang lebar” yang ujungnya jadi template. Yang lebih penting: kamu kasih alamat tujuan + patokan lokasi, dan kami atur skema pengantarannya supaya barang tetap aman saat handling terakhir.
Kalau penerima ada di area yang aksesnya ketat (misalnya butuh PIC untuk terima barang di jam tertentu), sebutkan dari awal. Biar jadwal pengantaran nggak tabrakan.
Di rute Sidoarjo Morowali, proses yang paling aman (dan paling minim drama ongkir) itu modelnya begini:
Karena kamu membawa barang campuran (mesin/material/furniture/sparepart/sembako/konveksi), konsultasi awal itu berguna untuk:
Yang kami minta biasanya:
Kalau barangnya barang proyek, biasanya ada deadline. Di sini enaknya: kamu bisa jelasin kondisi lapangan, dan tim kami bantu cari opsi paling masuk akal.
Karena jadwal kapal rute ini 2 kali dalam seminggu, pickup kami set agar barang:
Kalau kamu butuh pickup cepat, bilang “barang sudah siap” + kirim lokasi. Kami akan atur armada berdasarkan rute harian. Yang penting: jangan tunggu sampai barang baru dirapikan saat armada datang—itu yang sering bikin pickup melar.
Di titik pickup / sebelum loading, biasanya kami pastikan:
Buat barang berat, konfirmasi ini penting supaya tidak ada miskom soal cara hitung.
Barang besar/berat dan barang campuran butuh perhatian di loading:
Ini bagian yang sering “nggak kelihatan” di website kompetitor, padahal di lapangan itulah yang menentukan barang sampai mulus.
Setelah barang masuk proses, kamu bisa:
Model update WA ini enak untuk:
Jadi kamu nggak perlu ngejar info tiap hari. Ada alur update yang jelas.
Saat mendekati tujuan, kami koordinasikan:
Kalau penerima butuh penanganan khusus (misal tidak ada orang angkut), sebutkan dari awal. Biar ekspektasi jelas dan proses serah terima rapi.

Di artikel ini, saya fokus hanya pada 2 keunggulan (biar kuat dan tidak melebar):
Untuk rute Sidoarjo Morowali, masalah paling sering bukan cuma ongkir, tapi:
Di sini, “bisa diajak diskusi” artinya:
Banyak customer merasa lebih tenang kalau ongkirnya “dikunci” setelah diskusi, daripada dapat angka murah di awal tapi berubah saat barang datang.
Tracking di website itu berguna untuk dokumentasi dan cek mandiri. Tapi update WhatsApp yang bikin praktis, terutama kalau:
Modelnya simple: kamu punya nomor resi, bisa tracking sendiri, dan tetap dapat update status WA saat ada perubahan penting.
Salah satu pengiriman yang sering terjadi di jalur ini: barang proyek campuran dari Sidoarjo menuju Morowali, isi kiriman:
Customer butuh pickup cepat karena mengejar jadwal kapal. Tantangannya ada 2:
Targetnya simpel dan realistis:
Studi kasus ini sengaja saya angkat karena paling “mengena” dengan pain point kamu: barang besar/berat + pickup cepat + campuran.
1) Operator & Tata Kelola Operasional Pelabuhan
Untuk urusan layanan kepelabuhanan (terminal, pelayanan bongkar-muat, dan pengaturan operasional di banyak pelabuhan komersial), Indonesia punya operator nasional yang memegang peran besar, yaitu Pelindo. Karena itu, pengiriman cargo via laut umumnya mengikuti alur layanan terminal dan SOP operasional yang berjalan di jaringan pelabuhan yang dikelola Pelindo.
2) Referensi Resmi Cuaca & Gelombang Laut
Kelancaran jadwal kapal bisa terdampak angin, gelombang, hingga peringatan cuaca maritim. Untuk memantau kondisi resmi perairan Indonesia (prakiraan, gelombang mingguan, dan peringatan dini), rujukan yang paling aman dipakai adalah kanal cuaca maritim dari BMKG.
3) Regulasi Keselamatan & Pengawasan Transportasi Laut
Standar keselamatan pelayaran, pengawasan aspek kepelabuhanan, serta layanan pemerintahan terkait transportasi laut berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan). Untuk referensi layanan dan data kemaritiman yang dikelola DJPL, salah satu portal resminya adalah MaritimHUB.
4) Acuan Barang Berbahaya (DG Cargo) di Jalur Laut
Jika jenis barang masuk kategori Dangerous Goods, pengangkutannya wajib mengikuti pedoman keselamatan internasional, termasuk ketentuan pengemasan, pelabelan, pemisahan muatan, dan penempatan di kapal. Rujukan utamanya adalah IMDG Code yang diterbitkan oleh International Maritime Organization (IMO).
5) Informasi Umum Wilayah Tujuan: Morowali
Morowali adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah dengan pusat pemerintahan di wilayah Bungku. Dalam beberapa tahun terakhir, Morowali dikenal sebagai wilayah yang berkembang pesat karena aktivitas industri dan proyek, sehingga kebutuhan pengiriman logistik (barang proyek, sparepart, hingga kebutuhan operasional) cenderung tinggi.
1) Benar ongkirnya mulai Rp7.000/kg dan minimum 50 kg?
Iya, untuk rute Sidoarjo ? Morowali kita pakai patokan mulai Rp7.000/kg dengan minimum 50 kg sesuai data yang kamu set. Kalau total barangmu belum sampai minimum, biasanya tetap mengikuti minimum supaya pengiriman tetap bisa diproses.
2) Kalau barang saya besar tapi ringan, hitungnya per kg atau per volume?
Kalau barang besar tapi ringan (contoh: furniture ukuran besar, packing bervolume), ekspedisi biasanya memakai berat volume (kubikasi). Kalau barang padat dan berat (mesin, sparepart besi, material proyek), umumnya aman di berat aktual.
Supaya nggak ada “kaget” saat pickup, dari awal kirim:
3) Saya bingung hitung kubikasi—bisa dibantu?
Bisa. Kamu tinggal kirim ukuran barang (atau ukuran setelah packing kalau sudah) plus foto. Tim kami bantu cek mana yang lebih dominan: kg aktual atau volume. Ini penting terutama untuk furniture, barang proyek ukuran panjang, atau barang campuran yang packing-nya bikin dimensi membesar.
4) Pickup di Sidoarjo bisa cepat? Hari yang sama bisa?
Bisa selama barang sudah siap dan alamatnya jelas. Yang bikin pickup cepat itu biasanya:
Kalau targetmu mengejar jadwal kapal 2x seminggu, pickup sebaiknya tidak mepet jam operasional supaya barang bisa ikut slot proses muat.
5) Barang berat seperti mesin perlu alat bantu (forklift/hand pallet), gimana?
Kalau barangmu berat atau bentuknya sulit diangkat manual, bilang dari awal:
Biar tim bisa menyesuaikan skema pickup dan menghindari loading yang “maksa” (karena itu yang sering bikin barang lecet atau tertunda).
6) Estimasi 10–12 hari itu dihitung dari kapan?
Estimasi 10–12 hari umumnya dihitung dari barang masuk proses pengiriman (setelah pickup dan siap muat). Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi:
Kalau kamu punya deadline proyek, sebutkan target tanggalnya. Biar kami atur pickup dan slot prosesnya sejak awal.
7) Bisa kirim barang campuran dalam satu pengiriman? (mesin + material + sparepart + sembako/konveksi)
Bisa, dan rute ini memang sering model campuran. Yang penting:
Kalau campurannya banyak jenis, diskusi dulu biar hitungan dan packing-nya rapi.
8) Packing disediakan atau saya harus packing sendiri?
Bisa dua-duanya. Kalau kamu sudah punya packing sendiri, kami cek apakah sudah aman untuk rute laut (terutama sudut furniture, box sparepart, dan penguatan barang berat).
Kalau butuh dibantu, biasanya kami arahkan pilihan packing yang realistis:
9) Barang apa yang tidak bisa dikirim?
Untuk keamanan dan kepatuhan, kami tidak menerima:
Kalau barangmu “abu-abu”, lebih baik info dari awal. Nanti kita cek kategori dan alternatif paling aman.
10) Tracking-nya gimana? Bisa dipantau sendiri?
Bisa. Kamu akan dapat nomor resi untuk tracking via website. Selain itu, status penting juga kami update lewat WhatsApp, jadi PIC di lokasi asal/tujuan tetap dapat kabar tanpa harus nanya terus.
11) Data apa yang harus saya siapkan biar cepat dapat hitungan ongkir?
Agar hitungan cepat dan minim revisi, kirim format begini:
Kalau kamu kirim barang dari Sidoarjo ke Morowali dan masih bingung soal barang besar/berat dihitungnya gimana, mending kunci dari awal: kirim foto + ukuran, lalu kita hitung bareng. Lebih enak diskusi dulu daripada angka berubah saat hari pickup.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]