pengiriman barang dari ekspedisi sidoarjo morowali bersama makharya cargo

Kalau kamu mau kirim barang besar/berat dari Ekspedisi Sidoarjo Morowali, biasanya masalahnya bukan cuma “berapa ongkirnya”. Yang bikin pusing itu cara hitungnya: kadang ditanya kilogram, kadang diminta ukuran, lalu muncul istilah volume/kubikasi. Belum lagi kalau barangnya campuran—mesin + material proyek + furniture + sparepart—dan kamu butuh pickup cepat biar keburu masuk jadwal kapal.

Di rute Sidoarjo Morowali, tim kami di MAKHARYA CARGO biasa menangani pengiriman model begitu: barang proyek yang harus rapih hitungannya, barang berat yang butuh penguatan packing, sampai paket distribusi campuran untuk kebutuhan operasional di Morowali. Kantor pusat dan pengurusan legalitas kami berada di Surabaya, jadi administrasi, penjadwalan, dan kontrol pengiriman bisa kami pegang rapi—bukan model yang cuma ‘dititip berangkat’.

Daftar Isi

Pembuka Berbasis Masalah Nyata Customer

Kenapa ongkir barang besar/berat sering “berubah” saat dihitung?

Yang sering kejadian: customer chat, “Min kirim mesin 120 kg ke Morowali, berapa per kg?” Begitu tim penjemputan datang, biasanya baru kelihatan kalau barangnya sudah dipeti-kayukan atau ukuran totalnya membesar karena packing—di sini hitungan bisa berubah kalau dari awal tidak ukurannya tidak dikunci. Di titik ini, beberapa ekspedisi akan hitung berdasarkan volume (bukan cuma berat). Hasilnya ongkir terasa berubah, padahal sebenarnya metodenya berbeda.

Biar nggak kejadian bolak-balik, dari awal kami biasakan minta salah satu dari ini:

  • Berat aktual (kg), dan/atau
  • Ukuran (P x L x T) + foto barang/packing
    Supaya kami bisa tentukan dari awal: biaya masuk hitungan kg atau volume.

“Saya butuh pickup cepat, bisa hari ini?”

Di Sidoarjo, kebutuhan pickup cepat itu umum—apalagi barangnya dari:

  • gudang UMKM,
  • workshop (mesin/sparepart),
  • toko furniture,
  • titik distribusi barang campuran.

Selama alamat jelas dan barang siap diangkat (atau ada bantuan alat), pickup bisa kita percepat. Kuncinya: cut-off. Kalau kamu ingin barang ikut jadwal kapal, pickup jangan mepet jam tutup operasional. Nanti tim kami atur urutan armada agar barang aman, bukan asal “diambil dulu”.

Cocok untuk rute campuran: UMKM + proyek + distribusi

Karena sudut pandangnya campuran, rute ini biasanya dipakai untuk:

  • UMKM kirim stok ke partner/relasi di Morowali,
  • proyek kirim material/komponen,
  • distribusi campuran (sembako/konveksi/sparepart) untuk operasional.

Di sini yang penting bukan cuma berangkat, tapi barang sampai sesuai kondisi dan perhitungan ongkirnya jelas dari awal.

Tarif & Estimasi Pengiriman dari Ekspedisi Sidoarjo Morowali

Tarif patokan: mulai Rp7.000/kg (minimum 50 kg)

Untuk rute cargo laut Sidoarjo Morowali, patokan tarif yang kamu berikan:

  • Mulai Rp7.000/kg
  • Minimum 50 kg

Ini biasanya ideal untuk barang:

  • berat menengah ke atas,
  • atau barang campuran yang kalau dikumpulkan totalnya lewat minimum.

Kalau barangmu di bawah minimum, tetap bisa jalan, tapi akan dihitung mengikuti minimum (praktik umum cargo). Biar hemat, biasanya customer gabungkan beberapa item dalam satu pengiriman.

Estimasi 10–12 hari + jadwal kapal 2x seminggu

Estimasi yang kamu minta dipakai di halaman:

  • 10–12 hari
  • Jadwal kapal 2x dalam seminggu

Acuan 10–12 hari ini umumnya dipengaruhi:

  • antre muat & bongkar,
  • kondisi cuaca laut,
  • kepadatan jadwal pelabuhan,
  • dan kelengkapan data penerima.

Kalau kamu punya deadline proyek atau stok, biasanya saya sarankan: kirim detail barang dan alamat lebih awal, supaya kita bisa atur pickup sesuai jadwal 2x seminggu itu. Jadi bukan “ngejar” di belakang.

Cara hitung kg vs volume (ini bagian yang biasanya bikin bingung)

Untuk barang besar/berat, kita pakai prinsip sederhana:

  1. Berat aktual (kg) = timbang barang
  2. Berat volume = dari ukuran (P x L x T) ? dikonversi ke “kg volume” sesuai standar perhitungan cargo

Dalam praktik, ekspedisi akan pakai angka yang lebih besar di antara berat aktual vs berat volume (supaya space di kapal/ kontainer ter-cover). Makanya:

  • barang ringan tapi besar (contoh: bantal, styrofoam, furniture besar tapi ringan) sering kena volume,
  • barang padat dan berat (contoh: mesin, besi, sparepart) biasanya aman di kg aktual.

Contoh sederhana biar kebayang

Misal furniture sudah dipacking rapi, ukurannya jadi lebih besar. Di titik ini, walau beratnya cuma sekian kg, volume bisa jadi dominan. Karena itu kami minta:

  • ukuran setelah packing (kalau sudah),
  • atau foto + ukuran barang sebelum packing (nanti kami bantu estimasi kebutuhan packing).

Tujuannya bukan “naikin ongkir”, tapi mengunci hitungan dari awal supaya kamu bisa budgeting.

Tips biar ongkir barang besar/berat lebih masuk akal

  • Rapikan packing: bubble wrap ketebalan cukup + stretch film itu membantu menekan volume liar (asal aman).
  • Kalau memang harus packing kayu, buat kayunya pas, tidak kelebaran.
  • Untuk mesin/material, gunakan penopang/pengganjal yang tepat biar tidak perlu space tambahan karena “takut geser”.

Di rute Morowali, barang yang paling sering bikin ongkir “kaget” itu furniture besar dan barang ringan tapi memakan ruang. Jadi kalau kamu termasuk kategori ini, diskusi dulu sebelum pickup—biar jelas.

bongkar muat barang dari ekspedisi sidoarjo morowali via laut

Jenis Barang yang Bisa Dikirim & Cara Penanganannya

Karena rute ini banyak dipakai untuk kebutuhan campuran, di bawah ini saya jabarkan cara penanganan yang relevan (bukan daftar generik).

Mesin (barang berat, risiko benturan & geser)

Mesin biasanya punya titik rawan:

  • bagian menonjol (handle, panel, bracket),
  • sudut casing,
  • dan komponen yang bisa bergetar.

Saran aman:

  • ikat/strap (kalau di pallet),
  • gunakan pengganjal supaya tidak “main” saat handling,
  • untuk mesin tertentu, bisa tambah pelindung anti gores + cover.

Kalau mesin perlu posisi tertentu (misal tidak boleh miring), sebutkan dari awal. Ini penting saat muat agar tidak ada salah posisi.

Material proyek (besi/pipa/panel/komponen)

Material proyek cenderung “tahan banting”, tapi tetap ada risiko:

  • ujung pipa penyok,
  • panel lecet,
  • barang panjang melengkung saat penumpukan.

Saran aman:

  • bundling rapi (ikat beberapa titik),
  • ujung dilindungi,
  • beri label “atas-bawah” kalau perlu.

Untuk material yang bentuknya aneh atau panjang, biasanya hitungan space juga perlu dipastikan dari awal.

Furniture (volume dominan, risiko sudut pecah)

Furniture itu “musuhnya” ada dua: sudut dan gesekan. Walau beratnya tidak seberapa, dimensinya besar, dan rawan penyok/lecet.

Saran aman:

  • sudut wajib pakai corner protector,
  • lapis bubble wrap + stretch film,
  • kalau finishing-nya sensitif (duco/ glossy), lebih aman tambah lapis pelindung khusus,
  • opsi packing kayu untuk item yang rawan tekan.

Furniture sering jadi contoh klasik kenapa volume penting. Jadi sebelum pickup, pastikan ukuran setelah packing bisa dihitung.

Sparepart (padat, tapi wajib rapi & tidak campur aduk)

Sparepart biasanya berat dan padat, sehingga hitungan kg lebih “fair”. Tantangannya:

  • bentuk kecil banyak item,
  • rawan hilang kalau tidak dibungkus rapi,
  • rawan gesek antar part.

Saran aman:

  • pakai box tebal,
  • kelompokkan per jenis,
  • label per paket.

Kalau sparepart dikirim untuk kebutuhan industri/operasional, biasanya ada PIC penerima yang butuh data detail—kita bisa bantu rapikan packing dan label biar bongkar lebih cepat.

Sembako & konveksi (butuh jaga kebersihan & kelembapan)

Untuk sembako dan konveksi, fokusnya:

  • kemasan tidak sobek,
  • aman dari lembap,
  • dan tidak tercampur bau.

Saran aman:

  • kardus/karung yang kuat,
  • lapis plastik/inner jika rawan lembap,
  • susun rapi agar tidak gepeng.

Barang yang Tidak Bisa Kami Kirim

Biar aman dari awal, ada jenis barang yang tidak bisa kami terima, seperti:

  • barang mudah terbakar (bahan kimia tertentu, aerosol, gas, dll),
  • barang ilegal atau yang melanggar aturan.

Kalau kamu ragu barangmu masuk kategori ini atau tidak, bilang saja sejak awal—lebih enak kita cek dulu daripada barang tertahan di tengah proses.

Area Penjemputan & Pengantaran Sidoarjo Morowali

Area pickup di Sidoarjo: dibuat praktis, bukan ribet

Untuk rute cargo laut Sidoarjo Morowali, titik penjemputan yang paling sering kami handle itu campuran: gudang kecil, ruko, workshop, sampai area pergudangan. Karena pain point kamu jelas—butuh pickup cepat—maka yang perlu disiapkan sebelum armada datang biasanya cuma ini:

  • Alamat pickup lengkap (patokan Google Maps + nama penerima di lokasi)
  • Nomor PIC yang standby (biar driver nggak muter-muter)
  • Barang sudah siap di titik angkat (kalau barang berat, sebutkan apakah ada alat bantu / tenaga angkut)

Kalau barangmu besar/berat (mesin, material proyek, sparepart dalam jumlah banyak), kami akan tanya dulu:

  • perkiraan berat,
  • ukuran,
  • akses jalan masuk,
  • dan apakah lokasi bisa kendaraan masuk sampai titik muat.

Ini penting karena banyak titik di Sidoarjo yang aksesnya beda-beda: ada yang gampang masuk truk, ada yang harus parkir agak jauh. Kalau info ini sudah jelas dari awal, pickup jadi cepat dan nggak makan waktu.

Catatan lapangan: pickup cepat itu bukan berarti “ambil asal angkut”. Kalau barang berat tidak disiapkan, yang rugi malah customer karena jadwal loading bisa geser.

Area tujuan Morowali: fleksibel sesuai kebutuhan penerima

Untuk wilayah Morowali, biasanya pengantaran menyesuaikan titik penerima:

  • Bungku dan sekitarnya (untuk kebutuhan kantor/rumah/UMKM),
  • Bahodopi (sering jadi titik tujuan untuk kebutuhan industri/kawasan),
  • atau titik lain di Morowali sesuai alamat yang kamu berikan.

Kami tidak menuliskan “nama-nama kecamatan panjang lebar” yang ujungnya jadi template. Yang lebih penting: kamu kasih alamat tujuan + patokan lokasi, dan kami atur skema pengantarannya supaya barang tetap aman saat handling terakhir.

Kalau penerima ada di area yang aksesnya ketat (misalnya butuh PIC untuk terima barang di jam tertentu), sebutkan dari awal. Biar jadwal pengantaran nggak tabrakan.

Proses Pengiriman: dari konsultasi sampai barang diterima

Di rute Sidoarjo Morowali, proses yang paling aman (dan paling minim drama ongkir) itu modelnya begini:

1) Konsultasi barang (bukan formalitas)

Karena kamu membawa barang campuran (mesin/material/furniture/sparepart/sembako/konveksi), konsultasi awal itu berguna untuk:

  • memastikan barang masuk hitungan kg atau volume,
  • menentukan packing yang paling aman tapi tetap hemat ruang,
  • dan menyusun urutan pickup.

Yang kami minta biasanya:

  • jenis barang,
  • berat & ukuran (atau minimal foto + perkiraan),
  • alamat pickup Sidoarjo,
  • alamat tujuan Morowali,
  • target jadwal.

Kalau barangnya barang proyek, biasanya ada deadline. Di sini enaknya: kamu bisa jelasin kondisi lapangan, dan tim kami bantu cari opsi paling masuk akal.

2) Penjadwalan pickup (supaya masuk jadwal kapal 2x seminggu)

Karena jadwal kapal rute ini 2 kali dalam seminggu, pickup kami set agar barang:

  • sempat diproses & disiapkan muat,
  • tidak mepet sehingga rawan “nyelip” jadwal berikutnya.

Kalau kamu butuh pickup cepat, bilang “barang sudah siap” + kirim lokasi. Kami akan atur armada berdasarkan rute harian. Yang penting: jangan tunggu sampai barang baru dirapikan saat armada datang—itu yang sering bikin pickup melar.

3) Pengecekan barang & konfirmasi hitungan

Di titik pickup / sebelum loading, biasanya kami pastikan:

  • kondisi barang dan packing,
  • ukuran bila diperlukan untuk volume,
  • dan catatan khusus (tidak boleh ditindih, tidak boleh miring, dll).

Buat barang berat, konfirmasi ini penting supaya tidak ada miskom soal cara hitung.

4) Loading & pengamanan

Barang besar/berat dan barang campuran butuh perhatian di loading:

  • Mesin dan sparepart padat biasanya ditempatkan stabil, tidak “menggantung”.
  • Furniture jangan ketindih; sudut wajib aman.
  • Material proyek diikat dan tidak merusak barang lain.

Ini bagian yang sering “nggak kelihatan” di website kompetitor, padahal di lapangan itulah yang menentukan barang sampai mulus.

5) Tracking via website + update WhatsApp

Setelah barang masuk proses, kamu bisa:

  • cek status di website (tracking dengan nomor resi),
  • dan kami juga kirim update status via WhatsApp pada titik-titik penting.

Model update WA ini enak untuk:

  • PIC gudang yang butuh info cepat,
  • pembeli/penerima yang sering nanya “barang sudah sampai mana?”,
  • atau tim proyek yang harus menyiapkan orang untuk bongkar.

Jadi kamu nggak perlu ngejar info tiap hari. Ada alur update yang jelas.

6) Pengantaran & serah terima di Morowali

Saat mendekati tujuan, kami koordinasikan:

  • jam penerimaan,
  • PIC penerima,
  • dan catatan akses lokasi.

Kalau penerima butuh penanganan khusus (misal tidak ada orang angkut), sebutkan dari awal. Biar ekspektasi jelas dan proses serah terima rapi.

pengiriman barang dari ekspedisi sidoarjo morowali bersama makharya cargo

Keunggulan MAKHARYA CARGO (yang kamu pilih untuk rute ini)

Di artikel ini, saya fokus hanya pada 2 keunggulan (biar kuat dan tidak melebar):

1) Bisa diajak diskusi (penting untuk barang besar/berat & campuran)

Untuk rute Sidoarjo Morowali, masalah paling sering bukan cuma ongkir, tapi:

  • barang campuran dengan sifat berbeda,
  • ukuran tidak standar,
  • packing yang harus aman tapi tetap efisien,
  • dan target jadwal kapal.

Di sini, “bisa diajak diskusi” artinya:

  • kamu bisa kirim foto/ukuran,
  • kami bantu breakdown cara hitung,
  • dan kamu dapat rekomendasi packaging yang realistis.

Banyak customer merasa lebih tenang kalau ongkirnya “dikunci” setelah diskusi, daripada dapat angka murah di awal tapi berubah saat barang datang.

2) Tracking via website + update status via WhatsApp

Tracking di website itu berguna untuk dokumentasi dan cek mandiri. Tapi update WhatsApp yang bikin praktis, terutama kalau:

  • barang masuk kebutuhan operasional,
  • atau PIC-nya banyak (gudang, admin, penerima).

Modelnya simple: kamu punya nomor resi, bisa tracking sendiri, dan tetap dapat update status WA saat ada perubahan penting.

Pengiriman (unik untuk rute Sidoarjo Morowali)

Kondisi awal

Salah satu pengiriman yang sering terjadi di jalur ini: barang proyek campuran dari Sidoarjo menuju Morowali, isi kiriman:

  • 1 unit mesin (berat, butuh posisi stabil),
  • material proyek (komponen panjang dan panel),
  • plus beberapa sparepart pendukung.

Customer butuh pickup cepat karena mengejar jadwal kapal. Tantangannya ada 2:

  1. Barangnya campuran, jadi kalau salah susun/packing, rawan lecet atau geser saat handling.
  2. Hitungan ongkir bisa “ngambang” kalau ukuran barang tidak jelas (apalagi ada bagian material yang panjang).

Langkah yang kami lakukan

  1. Diskusi awal via WA
    Customer kirim foto dan ukuran kasar. Dari sini kami tentukan mana yang potensi kena volume, mana yang aman di kg aktual.
  2. Checklist akses lokasi pickup
    Kami pastikan kendaraan bisa masuk sampai titik muat. Untuk mesin, kami minta info apakah ada alat bantu atau tenaga di lokasi.
  3. Penguatan packing
    • Mesin distabilkan dan diberi pengaman di titik rawan.
    • Material proyek dibundling rapi dan diberi pelindung di ujung.
    • Sparepart dimasukkan box dan dilabel per kelompok.
  4. Pickup cepat sesuai slot armada
    Barang sudah siap, jadi proses muat tidak makan waktu. Ini yang bikin peluang masuk jadwal kapal lebih aman.
  5. Tracking + update
    Setelah proses berjalan, PIC dapat nomor resi untuk tracking website, dan update WA untuk status penting (berangkat, proses lanjutan, mendekati tujuan).

Hasil yang dikejar (tanpa janji muluk)

Targetnya simpel dan realistis:

  • Hitungan ongkir jelas dari awal (tidak berubah karena miskom ukuran/packing),
  • Barang sampai dalam kondisi aman,
  • PIC tidak kebingungan karena ada tracking dan update status.

Studi kasus ini sengaja saya angkat karena paling “mengena” dengan pain point kamu: barang besar/berat + pickup cepat + campuran.

hubungi admin kami makharya cargo

Rujukan Resmi Pengiriman Laut: Pelabuhan, Cuaca Maritim, Regulasi Pelayaran & DG Cargo

1) Operator & Tata Kelola Operasional Pelabuhan

Untuk urusan layanan kepelabuhanan (terminal, pelayanan bongkar-muat, dan pengaturan operasional di banyak pelabuhan komersial), Indonesia punya operator nasional yang memegang peran besar, yaitu Pelindo. Karena itu, pengiriman cargo via laut umumnya mengikuti alur layanan terminal dan SOP operasional yang berjalan di jaringan pelabuhan yang dikelola Pelindo.

2) Referensi Resmi Cuaca & Gelombang Laut

Kelancaran jadwal kapal bisa terdampak angin, gelombang, hingga peringatan cuaca maritim. Untuk memantau kondisi resmi perairan Indonesia (prakiraan, gelombang mingguan, dan peringatan dini), rujukan yang paling aman dipakai adalah kanal cuaca maritim dari BMKG.

3) Regulasi Keselamatan & Pengawasan Transportasi Laut

Standar keselamatan pelayaran, pengawasan aspek kepelabuhanan, serta layanan pemerintahan terkait transportasi laut berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan). Untuk referensi layanan dan data kemaritiman yang dikelola DJPL, salah satu portal resminya adalah MaritimHUB.

4) Acuan Barang Berbahaya (DG Cargo) di Jalur Laut

Jika jenis barang masuk kategori Dangerous Goods, pengangkutannya wajib mengikuti pedoman keselamatan internasional, termasuk ketentuan pengemasan, pelabelan, pemisahan muatan, dan penempatan di kapal. Rujukan utamanya adalah IMDG Code yang diterbitkan oleh International Maritime Organization (IMO).

5) Informasi Umum Wilayah Tujuan: Morowali

Morowali adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah dengan pusat pemerintahan di wilayah Bungku. Dalam beberapa tahun terakhir, Morowali dikenal sebagai wilayah yang berkembang pesat karena aktivitas industri dan proyek, sehingga kebutuhan pengiriman logistik (barang proyek, sparepart, hingga kebutuhan operasional) cenderung tinggi.

 

Rute Alternatif Sulawesi dari Hub Surabaya: Makassar, Palu, Kendari, Manado & Gorontalo

  1. Surabaya ? Makassar
    Kalau tujuanmu bukan Morowali dan kamu lagi cari rute utama Sulsel, kamu bisa cek layanan ekspedisi Surabaya ke Makassar untuk opsi pengiriman via laut yang lebih pas.
  2. Surabaya ? Palu
    Untuk pengiriman ke Sulawesi Tengah selain Morowali, detail layanan dan alur pengiriman bisa kamu lihat di halaman ekspedisi Surabaya ke Palu.
  3. Surabaya ? Kendari
    Kalau barangmu arahnya ke Sultra (Kendari dan sekitarnya), rute dan layanan lengkapnya tersedia di ekspedisi Surabaya ke Kendari.
  4. Surabaya ? Manado
    Untuk pengiriman ke Sulawesi Utara, kamu juga bisa bandingkan opsi dan estimasinya lewat halaman ekspedisi Surabaya ke Manado.
  5. Surabaya ? Gorontalo
    Kalau tujuan kamu Gorontalo (bukan Morowali), silakan cek detail layanan di ekspedisi Surabaya ke Gorontalo agar perhitungan dan alurnya lebih jelas sejak awal.

 

Pengiriman Cargo Laut Sidoarjo ? Morowali

1) Benar ongkirnya mulai Rp7.000/kg dan minimum 50 kg?

Iya, untuk rute Sidoarjo ? Morowali kita pakai patokan mulai Rp7.000/kg dengan minimum 50 kg sesuai data yang kamu set. Kalau total barangmu belum sampai minimum, biasanya tetap mengikuti minimum supaya pengiriman tetap bisa diproses.

2) Kalau barang saya besar tapi ringan, hitungnya per kg atau per volume?

Kalau barang besar tapi ringan (contoh: furniture ukuran besar, packing bervolume), ekspedisi biasanya memakai berat volume (kubikasi). Kalau barang padat dan berat (mesin, sparepart besi, material proyek), umumnya aman di berat aktual.
Supaya nggak ada “kaget” saat pickup, dari awal kirim:

  • perkiraan berat (kg)
  • ukuran (P x L x T)
  • foto barang / foto packing

3) Saya bingung hitung kubikasi—bisa dibantu?

Bisa. Kamu tinggal kirim ukuran barang (atau ukuran setelah packing kalau sudah) plus foto. Tim kami bantu cek mana yang lebih dominan: kg aktual atau volume. Ini penting terutama untuk furniture, barang proyek ukuran panjang, atau barang campuran yang packing-nya bikin dimensi membesar.

4) Pickup di Sidoarjo bisa cepat? Hari yang sama bisa?

Bisa selama barang sudah siap dan alamatnya jelas. Yang bikin pickup cepat itu biasanya:

  • lokasi gampang diakses kendaraan,
  • PIC standby,
  • barang sudah siap di titik angkut,
  • info berat/ukuran sudah dikirim duluan (biar tidak habis waktu ukur ulang).

Kalau targetmu mengejar jadwal kapal 2x seminggu, pickup sebaiknya tidak mepet jam operasional supaya barang bisa ikut slot proses muat.

5) Barang berat seperti mesin perlu alat bantu (forklift/hand pallet), gimana?

Kalau barangmu berat atau bentuknya sulit diangkat manual, bilang dari awal:

  • berat perkiraan,
  • ukuran,
  • kondisi lokasi (ada loading dock atau tidak),
  • ada alat bantu di lokasi atau tidak.

Biar tim bisa menyesuaikan skema pickup dan menghindari loading yang “maksa” (karena itu yang sering bikin barang lecet atau tertunda).

6) Estimasi 10–12 hari itu dihitung dari kapan?

Estimasi 10–12 hari umumnya dihitung dari barang masuk proses pengiriman (setelah pickup dan siap muat). Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi:

  • antre muat/bongkar pelabuhan,
  • cuaca,
  • kepadatan jadwal,
  • dan kelengkapan data penerima.

Kalau kamu punya deadline proyek, sebutkan target tanggalnya. Biar kami atur pickup dan slot prosesnya sejak awal.

7) Bisa kirim barang campuran dalam satu pengiriman? (mesin + material + sparepart + sembako/konveksi)

Bisa, dan rute ini memang sering model campuran. Yang penting:

  • packing tiap kategori tepat (mesin diproteksi, sparepart dikelompokkan, sembako dijaga kebersihan/kelembapan),
  • penataan saat loading aman (furniture tidak ketindih, mesin stabil, barang lembut tidak “ketekan”).

Kalau campurannya banyak jenis, diskusi dulu biar hitungan dan packing-nya rapi.

8) Packing disediakan atau saya harus packing sendiri?

Bisa dua-duanya. Kalau kamu sudah punya packing sendiri, kami cek apakah sudah aman untuk rute laut (terutama sudut furniture, box sparepart, dan penguatan barang berat).
Kalau butuh dibantu, biasanya kami arahkan pilihan packing yang realistis:

  • bubble wrap + stretch film (untuk furniture/konveksi),
  • box tebal + label (untuk sparepart),
  • penguatan/palleting (untuk mesin tertentu),
  • opsi packing kayu bila memang perlu (terutama barang rawan tekan/finishing sensitif).

9) Barang apa yang tidak bisa dikirim?

Untuk keamanan dan kepatuhan, kami tidak menerima:

  • barang mudah terbakar (bahan tertentu seperti aerosol/gas/kimia berbahaya),
  • barang ilegal atau yang melanggar aturan.

Kalau barangmu “abu-abu”, lebih baik info dari awal. Nanti kita cek kategori dan alternatif paling aman.

10) Tracking-nya gimana? Bisa dipantau sendiri?

Bisa. Kamu akan dapat nomor resi untuk tracking via website. Selain itu, status penting juga kami update lewat WhatsApp, jadi PIC di lokasi asal/tujuan tetap dapat kabar tanpa harus nanya terus.

11) Data apa yang harus saya siapkan biar cepat dapat hitungan ongkir?

Agar hitungan cepat dan minim revisi, kirim format begini:

  • Nama barang (contoh: mesin / panel / furniture / sparepart / sembako / konveksi)
  • Jumlah & berat perkiraan
  • Ukuran P x L x T (kalau barang besar/packing)
  • Alamat pickup Sidoarjo + patokan
  • Alamat tujuan Morowali + patokan + PIC penerima
  • Target jadwal (kalau kejar jadwal kapal / deadline)

CTA WhatsApp (Siap Order)

Kalau kamu kirim barang dari Sidoarjo ke Morowali dan masih bingung soal barang besar/berat dihitungnya gimana, mending kunci dari awal: kirim foto + ukuran, lalu kita hitung bareng. Lebih enak diskusi dulu daripada angka berubah saat hari pickup.

[njwa_button id=”16320″]

[njwa_button id=”16319″]

[njwa_button id=”16316″]