jasa pengiriman barang dari ekspedisi sidoarjo parigi via udara

Kenapa Banyak Pengiriman ke Parigi “Bocor Biaya” & Pickup Sering Seret?

Kalau kamu pernah kirim barang dari Ekspedisi Sidoarjo Parigi, biasanya problemnya bukan cuma “berapa hari nyampai”. Yang bikin kapok itu dua hal: biaya yang tiba-tiba nambah dan pickup yang susah dijadwalkan.

Di lapangan, rute ke wilayah Sulawesi Tengah seperti Parigi sering melibatkan alur konsolidasi, penyesuaian jadwal kapal, dan last-mile yang jaraknya bisa jauh dari titik bongkar. Di momen seperti itu, ada ekspedisi yang cuma kasih angka “mulai sekian per kg” tanpa ngebuka komponen biaya. Begitu barang sudah siap, baru muncul tambahan: handling, packing, alamat luar jangkauan, atau biaya lain yang tidak disampaikan dari awal.

Di Makharya Cargo, pola seperti itu yang justru kita potong dari hulu. Dari awal chat, kita biasakan customer pegang gambaran yang rapi: barangnya apa, berat/dimensi berapa, butuh packing seperti apa, pickup di titik mana, dan opsi pengantaran di Parigi seperti apa. Jadi ongkir bukan angka “ngawang”, tapi hasil hitung yang bisa dipertanggungjawabkan.

Satu lagi: pickup. Banyak customer merasa “armada terbatas” itu alasan klasik. Yang sebenarnya sering terjadi: permintaan pickup numpuk di jam tertentu, tapi tidak ada sistem booking yang jelas. Akhirnya rebutan slot, lalu geser jadwal, lalu customer yang repot sendiri karena barangnya sudah siap di gudang/rumah.

Makanya, untuk rute Sidoarjo Parigi, kita pakai pendekatan yang simpel:

  • dari awal kunci komponen biaya (biar tidak ada “tambahan mendadak”),
  • atur jadwal pickup dengan pola slot (biar tidak saling sikut),
  • dan selama perjalanan, status pengiriman tetap bisa dipantau lewat tracking website plus update via WhatsApp.

Catatan: operasional dan legalitas perusahaan kami berpusat di Surabaya (kantor pusat). Tim di Surabaya ini yang mengontrol alur dokumen, konsolidasi, dan update status supaya pengiriman lintas pulau tetap kebaca jelas.

Tarif & Estimasi Pengiriman dari Ekspedisi Sidoarjo Parigi

Berikut patokan rute yang kamu minta (mengacu data operasional yang kamu berikan):

  • Tarif mulai: Rp7.500/kg
  • Minimum kirim: 50 kg
  • Estimasi tiba: 10–12 hari
  • Jadwal keberangkatan: 2 kali dalam seminggu

Angka di atas cocok untuk kebutuhan cargo laut yang memang mainnya volume dan konsolidasi. Tapi biar adil, saya jelaskan cara bacanya supaya kamu tidak kejebak “mulai” yang ujungnya bikin kaget.

Kenapa tarif “mulai” bisa beda saat eksekusi?

Tarif Rp7.500/kg umumnya relevan untuk barang yang:

  • beratnya jelas dan masuk minimum,
  • dimensi tidak “makan tempat” berlebihan,
  • tidak butuh penanganan khusus,
  • akses pickup dan akses pengantaran masih wajar.

Yang sering bikin biaya berubah (dan biasanya tidak dijelaskan oleh ekspedisi yang main “tembak harga”) adalah hal-hal ini:

  1. Perhitungan volume (kubikasi) untuk barang ringan tapi besar
    Contoh: furnitur atau barang proyek tertentu kadang ringan, tapi makan ruang. Di cargo laut, ruang itu biaya. Jadi bukan cuma timbang kg, tapi juga hitung dimensi.
  2. Handling khusus untuk barang tertentu
    Misal mesin/alat proyek yang perlu pallet, atau material bangunan yang butuh bundling rapi supaya aman saat loading/bongkar.
  3. Packing tambahan
    Bubble wrap standar beda dengan peti atau penguatan pallet. Banyak yang bilang “packing aman”, tapi ternyata packing-nya minimal.
  4. Alamat pengantaran yang jauh dari titik bongkar/sortir
    Ini paling sering jadi sumber “biaya tambahan mendadak”. Parigi dan area sekitarnya bisa punya variasi akses last-mile. Kalau dari awal sudah jelas titik tujuan, biaya bisa dikunci lebih rapi.

Di Makharya Cargo, cara kita menghindari drama biaya adalah: sebelum pickup, kita minta data barang yang sederhana tapi krusial (jenis barang + berat/dimensi + titik pickup + titik tujuan). Setelah itu baru kita susun simulasi ongkir yang lebih “jadi”, bukan angka umpan.

Estimasi 10–12 hari itu dihitung dari mana?

Estimasi 10–12 hari biasanya mencakup:

  • konsolidasi/penyatuan muatan (barang masuk gudang konsolidasi),
  • proses loading,
  • perjalanan laut,
  • bongkar dan sortir,
  • dan last-mile menuju alamat tujuan.

Yang bikin estimasi maju/mundur biasanya bukan karena “kapal lama”, tapi karena:

  • barang masuk mepet jadwal closing,
  • dokumen pengiriman belum rapi,
  • ada antrian bongkar,
  • atau alamat tujuan butuh penjadwalan ulang untuk pengantaran.

Karena itu, kalau kamu kejar waktu (misalnya barang proyek atau stok toko), strategi paling aman adalah: booking slot pickup lebih awal dan pastikan data barang sudah lengkap dari awal.

Jadwal kapal 2x seminggu — cara memanfaatkannya biar tidak ketinggalan

Jadwal 2 kali seminggu itu enak buat kamu yang kirim rutin: stok UMKM, sparepart, atau kebutuhan proyek. Tapi jadwal yang sama juga jadi “jam sibuk” karena banyak pengirim mengejar keberangkatan yang sama.

Praktik yang paling sering membuat customer ketinggalan kapal:

  • baru konfirmasi ketika barang sudah dibungkus,
  • tapi belum booking pickup,
  • lalu slot pickup penuh,
  • akhirnya masuk jadwal kapal berikutnya.

Solusinya sederhana: konfirmasi lebih dulu untuk cek slot pickup + verifikasi hitungan, baru barang disiapkan final.

proses pemberangkatan barang dari ekspedisi sidoarjo parigi via kapal

Jenis Barang & Penanganannya (Packing)

Rute Sidoarjo Parigi itu tipikal rute “campuran”: ada kebutuhan proyek, ada distribusi barang dagang, ada kiriman motor, dan ada barang rumah tangga. Saya bahas beberapa jenis yang kamu sebut, dengan gaya penanganan yang realistis (bukan sekadar “bisa kirim semua”).

Penting: barang tertentu tidak bisa dikirim, terutama yang mudah terbakar/berbahaya (contoh aerosol, bahan kimia mudah menyala tertentu, gas) dan barang ilegal. Kalau ragu, tinggal sebutkan barangnya di awal — kita bantu cek aman/tidaknya.

Mesin / Alat Proyek

Barang proyek itu musuhnya dua: geser saat perjalanan dan tertekan saat stacking.

Penanganan yang biasa kita sarankan:

  • Pallet kayu untuk mesin yang berat atau punya kaki/penopang yang rawan patah.
  • Strapping/banding untuk mengunci posisi mesin ke pallet.
  • Proteksi titik rawan: panel, knob, dan bagian bergerak.
  • Labeling “atas/bawah” + “fragile” jika ada komponen sensitif.

Kalau mesin punya oli atau bahan cair, wajib dibahas dari awal, karena beberapa kategori cairan punya aturan khusus.

Furnitur (Meja, Kursi, Lemari, Rak)

Furnitur sering bikin biaya “ngagetin” karena dimensi besar. Yang kita kejar adalah aman dan tetap efisien ruang.

Opsi packing yang umum:

  • Bubble wrap + stretch film untuk permukaan, terutama yang glossy atau mudah baret.
  • Corner protector untuk sudut meja/lemari.
  • Untuk furnitur bongkar-pasang: packing per komponen + labeling baut/aksesoris.
  • Jika benar-benar rawan (kaca, finishing mahal, bentuk unik): opsi peti bisa jadi pilihan, tapi biayanya memang beda. Yang penting: diputuskan dari awal, bukan setelah barang sudah jalan.

Makanan Kering (Snack, Sembako Kering, Produk UMKM)

Makanan kering biasanya aman di cargo laut selama packingnya benar dan tidak gampang lembap.

Saran packing:

  • Gunakan kardus tebal, lalu lapis plastik/inner bag untuk mencegah lembap.
  • Hindari ruang kosong di kardus (barang goyang bisa bikin kemasan pecah).
  • Untuk produk UMKM yang sensitif bentuknya (keripik, kue kering): tambah sekat atau bubble di dalam.

Kuncinya: jangan campur makanan kering dengan barang yang berbau tajam atau barang yang berpotensi merusak kemasan.

Sparepart Otomotif

Sparepart itu sering kecil-kecil tapi nilainya tinggi. Yang bikin masalah biasanya: lecet, karat, atau ketukar.

Penanganan yang kita terapkan:

  • Packing per item (atau per set) dengan label jelas.
  • Bungkus anti gores dan anti lembap untuk item metal tertentu.
  • Untuk sparepart yang bentuknya panjang (as roda, shock, pipa): pakai pelindung ujung supaya tidak penyok.

Bahan Bangunan

Bahan bangunan (misal keramik, saniter, atau material finishing) butuh disiplin packing karena rawan pecah saat bongkar.

Saran aman:

  • Bundling dan penguatan sudut.
  • Untuk keramik: kardus + pengaman tambahan, jangan mengandalkan kardus pabrik saja jika jalurnya jauh.
  • Kelompokkan berdasarkan jenis/ukuran supaya saat bongkar tidak tercampur.

Motor

Kirim motor itu sering dianggap gampang, padahal yang bikin ribet biasanya: kondisi awal tidak didokumentasikan, akses pickup sempit, dan pengamanan kurang.

Standar yang biasanya kita lakukan:

  • Cek bagian rawan baret (spion, lampu, bodi tertentu).
  • Pengamanan dengan wrapping sesuai kebutuhan.
  • Dokumentasi sebelum berangkat (minimal foto kondisi) supaya jelas saat diterima.

Area Penjemputan & Pengantaran (Sidoarjo Parigi)

Karena pain point kamu adalah pickup susah / armada terbatas, bagian ini saya bikin tegas. Intinya: pickup itu bukan “ya nanti kami atur”, tapi ada alurnya supaya kamu punya kepastian.

Pickup di Sidoarjo — cara booking supaya dapat slot

Untuk pickup area Sidoarjo, skema yang paling aman adalah:

  1. Kirim data barang (jenis + berat + dimensi perkiraan + foto bila ada).
  2. Kirim titik pickup (nama jalan/area + patokan).
  3. Tentukan hari pickup sesuai jadwal yang disepakati.

Kenapa harus begini? Karena rute lintas pulau dengan jadwal kapal 2x seminggu itu punya “jam ramai”. Kalau kamu baru minta pickup saat semua orang juga minta pickup, slot bisa penuh dan akhirnya geser jadwal.

Yang biasanya bikin pickup jadi seret:

  • barang belum siap saat armada datang (akhirnya buang waktu dan slot),
  • alamat masuk gang sempit tanpa info dari awal,
  • atau barang butuh bantuan angkat tapi tidak diberi tahu sebelumnya.

Kalau dari awal sudah jelas, kita bisa atur armada yang tepat dan jam yang realistis. Ini bukan soal “gratis atau tidak”, tapi soal kepastian.

Pengantaran di Parigi — opsi sesuai kebutuhanmu

Untuk tujuan Parigi (termasuk area Parigi/Parigi Moutong), opsi pengantaran umumnya bisa menyesuaikan kondisi alamat dan jenis barang:

  • Port-to-port / port-to-door: cocok jika kamu punya penerima yang bisa ambil atau alamat dekat titik sortir.
  • Door-to-door: cocok untuk barang rumah tangga, furnitur, atau proyek yang butuh langsung diturunkan di lokasi.

Di tahap awal, yang penting adalah: sebutkan alamat tujuan sejelas mungkin, termasuk patokan. Ini membantu kita menghitung last-mile tanpa “biaya mendadak”.

pengiriman barang dari ekspedisi sidoarjo parigi bersama makharya cargo

Proses Pengiriman (Step by Step) — Biar Ongkir & Timeline Tidak Abu-Abu

Berikut alur yang kami jalankan untuk rute Sidoarjo Parigi. Saya tulis apa adanya, karena justru alur yang rapi itu yang bikin biaya dan estimasi bisa dikunci.

1) Konsultasi barang + verifikasi hitungan

Kamu kirim:

  • jenis barang,
  • berat (atau perkiraan),
  • dimensi (panjang x lebar x tinggi),
  • titik pickup Sidoarjo,
  • titik tujuan Parigi.

Kalau barangnya campuran (misal alat proyek + kardus makanan kering + sparepart), justru lebih baik dipecah per kategori. Dari sini, kita bisa tentukan:

  • mana yang cukup packing standar,
  • mana yang butuh pallet/peti,
  • dan apakah ada item yang perlu aturan khusus.

Di fase ini juga kita “bereskan” potensi biaya tambahan: volume, handling, packing, dan last-mile. Jadi kamu tidak jalan dengan angka yang setengah matang.

2) Booking pickup / drop barang ke titik konsolidasi

Setelah hitungan disepakati, kamu bisa pilih:

  • pickup dari area Sidoarjo (jadwal diset),
  • atau drop ke titik yang ditentukan (kalau kamu mau lebih cepat dan fleksibel).

Kunci di sini: barang harus sudah siap sesuai packing yang disepakati. Kalau belum, mending bilang dari awal, supaya tim tidak salah kirim armada atau salah jadwal.

3) Konsolidasi – loading – keberangkatan

Barang masuk alur konsolidasi, lalu:

  • dicek kondisi dan kesesuaian data (biar tidak ada “beda timbangan” yang bikin ribut),
  • disiapkan untuk loading,
  • lalu diberangkatkan sesuai jadwal kapal 2x seminggu.

4) Bongkar – sortir – last mile ke Parigi

Setelah tiba, barang melalui proses bongkar dan sortir, lalu diteruskan ke pengantaran akhir (sesuai opsi layanan yang kamu pilih).

Di fase inilah biasanya ekspedisi yang tidak rapi mulai “menghilang”: customer nanya barangnya di mana, jawabannya muter. Kita menghindari itu lewat tracking yang jelas.

Keunggulan Makharya Cargo untuk Rute Ini (Sesuai Pilihan Kamu)

Di halaman ini saya fokus ke dua keunggulan yang kamu pilih, supaya tidak melebar dan tetap konsisten.

Respon cepat — penting saat kamu kejar jadwal kapal & slot pickup

Rute lintas pulau itu sangat dipengaruhi momentum: kamu telat konfirmasi sehari, bisa kelempar jadwal berikutnya. Respon cepat bukan sekadar “balas chat cepat”, tapi cepat dalam:

  • cek slot pickup,
  • cek kelayakan packing,
  • konfirmasi hitungan ongkir (biar kamu bisa ambil keputusan).

Buat pengiriman campuran (alat proyek + furnitur + material), respon yang cepat juga mengurangi miskomunikasi: barang mana yang perlu pallet, mana yang cukup kardus, mana yang perlu penguatan sudut.

Tracking via website + update status via WhatsApp

Kita paham, customer itu tidak suka “disuruh tenang”. Yang dibutuhkan adalah status yang bisa dilihat.

Makanya di Makharya Cargo:

  • kamu bisa tracking via website untuk pantau status,
  • dan tim juga memberi update via WhatsApp di titik-titik krusial (misalnya setelah pickup, setelah proses tertentu, atau saat barang mendekati pengantaran).

Ini membantu kamu yang kirim untuk proyek/distribusi: penerima bisa disiapkan, jadwal bongkar bisa diatur, dan kamu tidak perlu menebak-nebak.

Pengiriman (Campuran) — Alat Proyek + Material + Tantangan Ongkir & Pickup

Saya bikin studi kasus yang nyambung dengan sudut pandang campuran (proyek + distribusi), sekaligus relevan dengan pain point kamu: biaya mendadak dan pickup seret.

hubungi admin kami makharya cargo

Situasi awal

Salah satu pengiriman yang polanya sering kejadian:

  • Barang dari Sidoarjo berupa alat proyek (beberapa unit alat kerja + aksesori),
  • ditambah material finishing (kategori bahan bangunan ringan-menengah),
  • plus kardus barang pendukung (sparepart dan consumable) untuk kebutuhan lapangan.

Deadline-nya mepet karena pekerjaan di lokasi Parigi sudah mulai jalan. Customer minta: “yang penting jangan ada biaya susulan, dan pickup jangan molor.”

Tantangan yang biasanya bikin biaya “meledak”

  1. Alat proyek punya bentuk tidak seragam (ada yang padat berat, ada yang panjang).
  2. Material finishing terlihat ringan, tapi bisa makan ruang.
  3. Pickup diminta di jam tertentu karena gudang cuma buka di jam operasional.
  4. Jika salah hitung dari awal, biasanya baru ketahuan saat barang sudah siap — lalu muncul “tambahan”.

Cara kami bereskan dari hulu

  • Verifikasi dimensi per item (minimal lewat foto + ukuran perkiraan) untuk memisahkan yang dihitung per kg dan yang berpotensi volume.
  • Item alat proyek yang rawan geser kita sarankan pallet + strapping, supaya aman saat handling.
  • Material finishing kita minta bundling rapi dan penguatan sudut untuk mengurangi risiko pecah/penyok saat bongkar.
  • Untuk pickup, kita kunci slot sesuai kesiapan barang. Jika butuh bantuan angkat, disepakati dari awal supaya armada dan timnya tepat.

Hasilnya, customer pegang angka ongkir yang lebih stabil sejak awal, dan tim pickup tidak datang “cuma buat nungguin barang siap”.

Monitoring selama perjalanan

Customer dapat:

  • status via tracking website,
  • dan update via WhatsApp saat ada perubahan status penting.

Buat pengiriman proyek, ini krusial. Karena yang paling mahal bukan cuma ongkir — tapi waktu yang kebuang karena barang telat atau status tidak jelas.

Catatan Penting Barang Terlarang & Berbahaya

Untuk menjaga keamanan pengiriman lintas pulau, ada kategori yang tidak bisa kita proses, terutama:

  • barang mudah terbakar/berbahaya (contoh aerosol tertentu, bahan kimia mudah menyala, gas, dll),
  • barang ilegal.

Kalau kamu ragu barangmu masuk kategori mana, cukup sebutkan barangnya di awal. Lebih aman dicek dulu daripada dipaksa berangkat lalu bermasalah di tengah proses.

 

Rujukan Resmi untuk Jadwal Pelabuhan, Cuaca Laut, dan Aturan Pengiriman

  1. Operator & Tata Kelola Aktivitas Pelabuhan di Indonesia

Untuk urusan operasional pelabuhan—mulai dari layanan terminal, arus bongkar muat, sampai pengaturan layanan kepelabuhanan—Indonesia memiliki operator pelabuhan nasional PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo. Karena itu, alur pengiriman via laut umumnya mengikuti ketentuan operasional dan prosedur layanan yang berlaku di pelabuhan terkait.

  1. Rujukan Resmi Cuaca & Gelombang Laut untuk Pengiriman

Kelancaran pengiriman cargo laut sangat dipengaruhi kondisi angin dan gelombang. Untuk memantau informasi yang paling aman dijadikan pegangan, gunakan kanal resmi BMKG Cuaca Maritim yang menampilkan pembaruan cuaca perairan, tinggi gelombang, dan peringatan dini.

  1. Regulasi Keselamatan & Pengawasan Transportasi Laut

Aspek keselamatan pelayaran, pengawasan standar operasional transportasi laut, hingga pembinaan penyelenggaraan kegiatan di sektor perhubungan laut berada dalam lingkup Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan). Kanal ini bisa jadi rujukan untuk informasi dan publikasi resmi terkait sektor perhubungan laut.

  1. Acuan Barang Berbahaya (DG Cargo) untuk Jalur Laut

Untuk pengangkutan Dangerous Goods (DG) via laut, acuan internasional yang dipakai luas adalah IMDG Code dari International Maritime Organization (IMO). Pedoman ini mengatur klasifikasi, pengemasan, penandaan, hingga aturan stowage/segregation agar pengangkutan DG lebih aman dan terkontrol.

  1. Informasi Umum Wilayah Tujuan: Parigi (Parigi Moutong, Sulawesi Tengah)

Parigi adalah kecamatan yang juga menjadi pusat pemerintahan (ibu kota) Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini berada di kawasan pesisir timur Sulawesi Tengah yang terhubung dengan aktivitas layanan publik, perdagangan lokal, dan mobilitas logistik dalam kabupaten.

 

Butuh Rute Lain dari Surabaya? Ini Jalur Favorit Customer Makharya Cargo

  1. Ekspedisi Surabaya ke Makassar

Kalau kamu juga punya pengiriman lanjutan ke Sulawesi Selatan (misalnya stok toko atau barang proyek), kamu bisa lihat detail layanan dan estimasinya di ekspedisi Surabaya Makassar

  1. Ekspedisi Surabaya ke Palu

Untuk tujuan Sulawesi Tengah selain Parigi—terutama kalau pengirimanmu campuran (kardus + barang berat)—cek panduan rute dan alurnya di Ekspedisi Surabaya Palu

  1. Ekspedisi Surabaya ke Kendari

Kalau penerima ada di Sulawesi Tenggara dan kamu perlu gambaran biaya serta opsi layanan yang mirip jalur timur, kamu bisa buka halaman Ekspedisi Surabaya Kendari

  1. Ekspedisi Surabaya ke Manado

Buat pengiriman ke Sulawesi Utara, kamu bisa jadikan rute ini sebagai referensi proses, estimasi, dan skema tracking di ekspedisi Surabaya Manado

  1. Ekspedisi Surabaya ke Gorontalo

Kalau tujuan kirimanmu mengarah ke Gorontalo (barang dagangan, sparepart, atau kebutuhan proyek), kamu bisa cek patokan layanan dan alur pengirimannya di ekspedisi Surabaya Gorontalo

 

Ekspedisi Sidoarjo ? Parigi

1) Berapa ongkir cargo laut Sidoarjo ke Parigi?

Patokan yang kita pakai untuk rute ini: mulai Rp7.500/kg dengan minimum 50 kg. Yang paling menentukan finalnya tetap data barang (berat + dimensi) dan titik pengantaran di Parigi, supaya tidak muncul biaya mendadak.

2) Kenapa ongkir bisa berubah padahal sudah disebut “mulai Rp7.500/kg”?

Biasanya karena ada komponen yang belum dibuka sejak awal: barang besar tapi ringan (kena hitung volume), butuh handling khusus, butuh packing tambahan (pallet/peti), atau alamat tujuan di luar jangkauan standar last-mile. Makanya kami minta data barang & alamat lengkap sebelum pickup biar ongkirnya “nggak kaget”.

3) Minimum 50 kg itu wajib? Bagaimana kalau barang saya di bawah 50 kg?

Untuk rute ini, minimum 50 kg adalah patokan konsolidasi. Kalau barang di bawah itu, tetap bisa kita bantu carikan opsi terbaik, tapi biasanya perhitungan mengikuti minimum atau disarankan digabung (jika memungkinkan) supaya lebih masuk.

4) Estimasi Sidoarjo ke Parigi berapa hari?

Estimasi normal 10–12 hari. Hitungan ini mencakup konsolidasi, proses loading, perjalanan laut, bongkar-sor tir, dan last-mile. Estimasi bisa maju/mundur kalau barang masuk mepet jadwal keberangkatan atau ada penjadwalan ulang untuk pengantaran.

5) Jadwal keberangkatan benar 2 kali seminggu?

Ya, untuk rute ini patokannya 2x seminggu. Supaya tidak “kelempar” jadwal berikutnya, yang paling aman adalah booking pickup lebih awal dan pastikan data barang sudah lengkap sebelum hari closing.

6) Bisa pickup di Sidoarjo? Kenapa kadang pickup terasa susah?

Bisa. Pickup terasa susah biasanya karena permintaan numpuk di jam ramai dan customer belum booking slot. Solusinya: kirim data barang + titik pickup + pilih hari pickup dari awal. Kalau aksesnya gang sempit atau butuh bantuan angkat, info itu wajib disampaikan biar armada dan timnya pas.

7) Bisa kirim motor dari Sidoarjo ke Parigi?

Bisa. Untuk motor, biasanya kita sarankan pengamanan bodi sesuai kebutuhan dan dokumentasi kondisi sebelum berangkat (minimal foto). Detail titik pickup dan alamat tujuan juga penting karena motor punya kebutuhan handling berbeda dibanding kardus.

8) Barang saya furnitur (lemari/meja). Aman nggak kalau via cargo laut?

Aman kalau packingnya tepat. Furnitur umumnya perlu bubble + corner protector + wrapping, dan untuk yang sangat rawan (kaca/finishing mahal/bentuk unik) bisa pakai opsi peti. Kita tentukan dari awal, supaya biaya dan risiko sama-sama jelas.

9) Bisa kirim mesin/alat proyek dan bahan bangunan sekaligus?

Bisa, justru rute ini sering campuran. Yang penting, data barangnya dipisah per kategori supaya penanganannya tepat: mesin/alat proyek biasanya lebih aman di pallet + strapping, sedangkan bahan bangunan perlu bundling dan penguatan sudut.

10) Tracking-nya gimana? Saya bisa pantau posisi barang?

Kamu bisa tracking via website, dan tim juga akan bantu update status via WhatsApp di titik-titik penting (misalnya setelah pickup, proses keberangkatan, dan saat mendekati pengantaran). Jadi bukan model “tanya dulu baru dijawab”.

11) Barang apa yang tidak bisa dikirim?

Yang umumnya tidak bisa diproses adalah barang mudah terbakar/berbahaya (contoh aerosol tertentu, bahan kimia mudah menyala, gas, dll) dan barang ilegal. Kalau ragu, sebutkan barangnya dari awal supaya kita cek aman/tidaknya sebelum dijadwalkan.

Mau kirim barang dari Sidoarjo ke Parigi?
Kirim data barang + alamat pickup + alamat tujuan, nanti tim Makharya Cargo hitungkan ongkirnya biar nggak ada biaya mendadak.
Klik WhatsApp sekarang.

[njwa_button id=”16320″]

[njwa_button id=”16319″]

[njwa_button id=”16316″]