
Bagi pelaku UMKM di Sidoarjo, mengirim barang dari Ekspedisi Sidoarjo Pangkalan Bun bukan cuma soal ongkir. Masalah yang sering muncul justru ada di dua hal krusial: tracking yang tidak jelas dan kekhawatiran barang rusak di perjalanan laut.
Banyak UMKM pernah mengalami kondisi seperti ini: barang sudah dijemput, tapi setelah itu sulit mendapat kabar. Telepon lama dibalas, WhatsApp cuma centang satu, dan posisi barang tidak pernah benar-benar jelas. Padahal, yang dikirim bukan barang sepele—bisa mesin produksi, sparepart penting, atau stok dagangan yang sudah ada pembelinya di Kalimantan.
Di sisi lain, pengiriman laut memang punya tantangan sendiri. Getaran kapal, proses bongkar muat, hingga waktu tempuh beberapa hari membuat risiko kerusakan jadi perhatian utama, terutama untuk UMKM yang baru pertama kali kirim dalam jumlah besar.
Makharya Cargo memahami situasi ini karena kami sering menangani pengiriman UMKM dari Sidoarjo dan sekitarnya ke Kalimantan Tengah. Dengan basis operasional dan legalitas perusahaan yang jelas di Surabaya, kami membangun sistem pengiriman yang tidak hanya fokus sampai tujuan, tapi juga transparan prosesnya sejak barang dijemput.
Untuk pengiriman rute Sidoarjo ke Pangkalan Bun via jalur laut, tarif bersifat menyesuaikan jenis barang dan volume. Berdasarkan pengiriman rutin yang kami tangani:
Skema ini cukup ideal untuk UMKM karena tidak harus menunggu muatan besar seperti proyek skala nasional, tapi tetap efisien dari sisi biaya.
Estimasi ini sudah termasuk proses konsolidasi, pengapalan, hingga bongkar di area Pangkalan Bun. Untuk UMKM yang mengejar kepastian jadwal, informasi ini penting agar bisa menyesuaikan stok dan janji ke pembeli.
Catatan lapangan: keterlambatan biasanya bukan karena kapal, tapi karena barang belum siap atau dokumen belum lengkap. Di sinilah komunikasi awal sangat menentukan.
Setiap jenis barang punya karakter berbeda. Kesalahan umum ekspedisi adalah menyamakan semua jenis barang, padahal risikonya tidak sama.
Mesin produksi UMKM—seperti mesin pengolah makanan, mesin potong, atau alat bengkel—perlu perhatian khusus. Kami biasa melakukan:
Untuk sparepart, terutama yang presisi, pengamanan difokuskan pada getaran dan gesekan selama perjalanan laut.
Barang seperti besi, keramik, atau material konstruksi relatif kuat, tapi tetap perlu pengaturan muatan agar:
Makanan kering UMKM (snack, bahan baku) butuh perlindungan dari lembap. Sedangkan furniture perlu pengamanan sudut dan permukaan agar tidak lecet saat bongkar muat.
Demi keamanan bersama, kami tidak menerima:
Edukasi ini selalu kami sampaikan di awal agar tidak ada masalah di tengah perjalanan.
Kami melayani penjemputan barang di:
Semua barang akan dikonsolidasikan melalui sistem operasional kami di Surabaya sebelum diberangkatkan.
Pengiriman diarahkan ke area Pangkalan Bun dan sekitarnya, menyesuaikan kebutuhan penerima—baik gudang, toko, maupun lokasi usaha.

UMKM bisa menjelaskan jenis barang, target waktu, dan kekhawatiran sejak awal. Tidak sekadar kirim harga lalu selesai.
Barang dijemput, dicek kondisi awal, lalu dipersiapkan untuk pengiriman laut.
Setelah masuk jadwal kapal, status pengiriman bisa dipantau.
Inilah bagian yang paling dicari UMKM. Posisi barang bisa dicek lewat sistem, dan update status dikirim langsung via WhatsApp—bukan menunggu ditanya dulu.
Kami terbiasa menangani UMKM yang masih menimbang biaya, risiko, dan waktu. Komunikasi tidak kaku seperti ekspedisi besar.
Bukan janji, tapi sistem kerja. Cocok untuk UMKM yang butuh kepastian dan ketenangan selama barang di perjalanan.
Dengan kantor pusat dan operasional yang berbasis di Surabaya, Makharya Cargo memastikan setiap pengiriman dari Sidoarjo ke Pangkalan Bun berjalan aman, terpantau, dan masuk akal secara biaya.
Bagi UMKM, satu pengiriman bermasalah bisa berdampak panjang. Bukan hanya soal barang rusak atau telat, tapi kepercayaan pembeli ikut taruhannya. Apalagi untuk rute laut seperti Sidoarjo ke Pangkalan Bun, di mana jarak dan waktu tempuh membuat UMKM tidak bisa sekadar “mengecek langsung”.
Di lapangan, kami sering bertemu pelaku usaha yang trauma karena pengalaman sebelumnya:
Karena itu, pendekatan pengiriman UMKM harus berbeda dengan pengiriman massal biasa. Di Makharya Cargo, kami memposisikan diri bukan sekadar pengangkut, tapi partner logistik yang bisa diajak diskusi sejak awal.
Seorang pelaku UMKM di Sidoarjo bergerak di bidang pengolahan makanan kering. Ia mengirim:
Nilai mesin cukup besar, dan mesin ini akan langsung dipakai untuk memenuhi pesanan distributor di Kalimantan Tengah. Artinya, tidak ada ruang untuk keterlambatan atau kerusakan.
Pain point utama klien:
Mesin memiliki beberapa titik rawan:
Selain itu, jadwal produksi UMKM di tujuan sudah ditentukan. Jika mesin terlambat, proses produksi ikut mundur.
Studi kasus ini menggambarkan bahwa pengiriman UMKM tidak bisa disamakan dengan kirim barang umum. Detail kecil di awal justru menentukan hasil akhir.

Bagi usaha kecil dan menengah, ketidakpastian adalah musuh utama. Saat barang sudah di perjalanan, UMKM tetap harus:
Tanpa tracking yang jelas, semua jadi spekulasi.
Di Makharya Cargo, tracking tidak berhenti di satu kanal:
Pendekatan ini terbukti membantu UMKM merasa lebih tenang karena tahu apa yang sedang terjadi, bukan sekadar menunggu.
Walaupun pengiriman dimulai dari Sidoarjo, seluruh proses terintegrasi dengan sistem operasional kami di Surabaya. Ini penting karena:
Bagi customer, ini berarti pengiriman tidak “lepas tangan” di tengah jalan. Ada struktur kerja yang jelas, bukan ekspedisi musiman tanpa kantor tetap.
Berdasarkan pengalaman lapangan, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Harga murah memang menarik, tapi sering kali:
Solusinya: cari ekspedisi yang masuk akal secara harga, bukan sekadar paling murah.
Banyak UMKM hanya bilang “mesin” atau “barang UMKM”, tanpa detail. Padahal, setiap mesin punya risiko berbeda.
Solusinya: pilih ekspedisi yang mau bertanya dan berdiskusi, bukan hanya kirim price list.
Jika dari awal tidak jelas update seperti apa yang didapat, biasanya di tengah jalan akan sulit menghubungi.
Solusinya: pastikan ada tracking website + update WhatsApp sejak awal.
Layanan ekspedisi Sidoarjo – Pangkalan Bun dari Makharya Cargo cocok untuk:
Selama barang legal dan aman untuk dikirim via laut, kami bisa bantu merencanakan pengirimannya.
Mengirim barang ke Kalimantan Tengah seharusnya bukan proses yang bikin cemas. Dengan sistem kerja yang jelas, komunikasi terbuka, dan tracking yang bisa dipantau, UMKM bisa fokus ke hal yang lebih penting: mengembangkan usaha.
Jika Anda pelaku UMKM di Sidoarjo dan berencana kirim barang ke Pangkalan Bun, diskusikan dulu kebutuhan Anda. Tidak harus langsung kirim—yang penting jelas dulu rencana dan risikonya.
Seluruh aktivitas kepelabuhanan di Indonesia, mulai dari bongkar muat barang, pengaturan sandar kapal, hingga pengelolaan jadwal operasional pelabuhan, berada di bawah kewenangan Pelindo sebagai operator pelabuhan nasional. Setiap proses pengiriman cargo laut yang melalui pelabuhan resmi wajib mengikuti prosedur teknis, standar keselamatan, serta sistem operasional yang telah ditetapkan oleh Pelindo guna memastikan kelancaran dan keamanan arus logistik nasional.
Kondisi cuaca dan tinggi gelombang laut memiliki pengaruh langsung terhadap kelancaran jadwal pengiriman cargo melalui jalur laut. Untuk memastikan keamanan pelayaran dan perencanaan pengiriman yang lebih akurat, informasi cuaca laut dapat dipantau melalui BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). BMKG menyediakan data terkini mengenai cuaca, angin, dan gelombang laut yang menjadi acuan penting bagi pelaku logistik dan transportasi laut di Indonesia.
Aspek keselamatan pelayaran serta regulasi transportasi laut di Indonesia berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang merupakan bagian dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Lembaga ini bertanggung jawab dalam penyusunan kebijakan, pengawasan operasional kapal, serta penerapan standar keselamatan pelayaran agar aktivitas transportasi laut berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pengiriman barang berbahaya melalui jalur laut harus mematuhi standar keselamatan internasional yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO). IMO berperan sebagai badan global yang mengatur prosedur pengangkutan bahan berbahaya (DG Cargo), termasuk klasifikasi, pelabelan, dan penanganan khusus, guna meminimalkan risiko kecelakaan, pencemaran lingkungan, serta kerusakan kapal selama proses pelayaran.
Pangkalan Bun merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah, yang berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan distribusi barang di wilayah tersebut. Seiring berkembangnya sektor industri, perkebunan, dan UMKM, Pangkalan Bun menjadi salah satu tujuan utama pengiriman logistik dan cargo laut dari Pulau Jawa, khususnya untuk mendukung kebutuhan usaha, proyek, dan distribusi barang ke wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya.
Jika Anda juga memiliki jalur distribusi ke Sulawesi Selatan, layanan ekspedisi Surabaya ke Makassar dari Makharya Cargo sering digunakan UMKM untuk pengiriman mesin dan barang dagangan dalam volume rutin.
Untuk kebutuhan pengiriman ke Sulawesi Tengah, kami juga melayani ekspedisi Surabaya ke Palu dengan sistem cargo laut yang terjadwal dan cocok untuk pengiriman barang usaha maupun proyek.
Beberapa UMKM yang berkembang ke wilayah Sulawesi Tenggara biasanya memanfaatkan rute ekspedisi Surabaya ke Kendari, terutama untuk pengiriman barang berat dan material usaha.
Selain Kalimantan, jalur ekspedisi Surabaya ke Manado juga menjadi pilihan untuk distribusi mesin, sparepart, dan kebutuhan UMKM ke Sulawesi Utara.
Untuk rute Sulawesi bagian utara, layanan ekspedisi Surabaya ke Gorontalo tersedia bagi pelaku usaha yang membutuhkan pengiriman cargo laut dengan komunikasi yang jelas dan terpantau.
Ongkir cargo laut umumnya mulai sekitar Rp7.000/kg, tergantung jenis barang, volume, dan kebutuhan handling. Untuk barang tertentu seperti mesin atau furniture, perhitungan bisa menyesuaikan.
Bisa. Minimum pengiriman 50 kg sudah bisa diberangkatkan, cocok untuk UMKM yang belum kirim dalam jumlah besar.
Rata-rata 6–7 hari kerja via jalur laut, tergantung jadwal kapal dan kesiapan barang saat penjemputan.
Tersedia 2–3 kali keberangkatan dalam seminggu, sehingga UMKM tidak perlu menunggu terlalu lama untuk pengiriman.
Aman, selama jenis barangnya sesuai dan ditangani dengan benar. Untuk mesin, sparepart, dan furniture, kami menyesuaikan metode packing agar meminimalkan risiko benturan dan getaran.
Status pengiriman bisa dipantau melalui tracking website, ditambah update rutin via WhatsApp agar customer tidak perlu menebak-nebak posisi barang.
Sejak awal kami diskusikan jenis barang, risiko, dan kebutuhan packing. Dengan penanganan yang tepat, risiko bisa ditekan seminimal mungkin. Detail teknis akan dijelaskan sebelum pengiriman dimulai.
Bisa. Kami melayani penjemputan langsung dari lokasi UMKM, gudang, ruko, atau tempat produksi di area Sidoarjo dan sekitarnya.
Bisa. Mesin utama dan sparepart pendukung bisa dikirim bersamaan dengan pengaturan muatan yang disesuaikan agar aman sampai tujuan.
Kami tidak menerima barang mudah terbakar, ilegal, atau berbahaya yang dilarang pengangkutan laut. Jika ragu, bisa dikonsultasikan dulu.
Justru cocok. Banyak customer kami adalah UMKM yang baru pertama kali kirim ke Kalimantan dan butuh penjelasan detail, bukan sekadar daftar harga.
Konsultasi gratis via WhatsApp, respon manusia, bukan bot.
Kami bantu hitung, jelaskan, dan rencanakan pengiriman Anda dengan tenang.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]