
Pengiriman barang dari Ekspedisi Malang Pangkajene sering terlihat sederhana di awal, tapi justru di rute inilah banyak pengirim UMKM dan distributor kecil merasa “kecolongan”. Bukan karena jaraknya, melainkan karena ongkir yang berubah di tengah jalan dan estimasi yang meleset tanpa penjelasan jelas.
Makharya Cargo menangani rute ini dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar mengirim barang sampai tujuan, tapi memastikan angka ongkir jelas sejak awal dan alur waktu bisa dipahami secara realistis. Dengan pusat operasional dan legalitas perusahaan berbasis Surabaya, kami mengatur pengiriman Malang–Sulawesi Selatan lewat jalur laut yang terkontrol, bukan spekulatif.
Banyak klien datang ke kami setelah mengalami dua hal yang sama:
Pertama, ongkir tidak konsisten.
Awalnya murah di penawaran, tapi setelah barang masuk gudang atau mendekati keberangkatan kapal, muncul tambahan biaya yang tidak pernah dijelaskan di awal.
Kedua, estimasi sering molor.
Janji 4–5 hari, realisasinya bisa seminggu lebih tanpa update posisi barang. Bagi UMKM makanan kering, keterlambatan ini berpengaruh langsung ke distribusi dan kepercayaan buyer.
Di rute Malang Pangkajene, masalah ini sering terjadi karena:
Di Makharya Cargo, pendekatan ini kami ubah dari hulu.
Untuk rute Malang ? Pangkajene, kami menggunakan skema sederhana dan transparan:
Angka ini kami sampaikan di awal diskusi, sebelum barang dijemput. Jadi pengirim bisa menghitung biaya distribusi dengan tenang, tanpa khawatir ada perubahan sepihak di tengah proses.
Estimasi pengiriman normal berada di 5–6 hari, dengan jadwal kapal 2 kali dalam seminggu.
Yang perlu dipahami, estimasi ini sudah termasuk:
Kami lebih memilih memberikan estimasi yang masuk akal dan bisa dikontrol, daripada menjual janji waktu singkat yang berisiko meleset di lapangan. Fokus kami adalah estimasi yang realistis dan bisa dipantau, bukan sekadar janji di awal.
Rute Malang Pangkajene paling sering digunakan untuk pengiriman:
Penanganan kami sesuaikan untuk pengiriman laut:
Dengan penanganan ini, barang tetap aman meski melalui proses transit laut.
Untuk menjaga keamanan pengiriman, kami tidak menerima:
Edukasi ini selalu kami sampaikan di awal agar tidak terjadi kendala di pelabuhan.

Kami melayani penjemputan barang dari:
Penjemputan dijadwalkan sesuai kesiapan barang, bukan dipaksakan.
Barang dikirim ke wilayah Pangkajene (Pangkep) sesuai alamat penerima, baik untuk:
Koordinasi penerima dilakukan sebelum barang tiba untuk meminimalkan antrean dan penumpukan.
Alur pengiriman kami dibuat sederhana tapi terkontrol:
Setiap tahap bisa dikomunikasikan, bukan sekadar “menunggu kabar”.
Untuk rute Malang–Pangkajene, kami tidak menumpuk banyak klaim. Fokus kami hanya pada dua hal yang benar-benar dibutuhkan pengirim:
Respon cepat.
Komunikasi tidak berputar-putar. Pertanyaan ongkir, jadwal, atau posisi barang dijawab langsung oleh tim yang paham lapangan.
Tracking via website & update WhatsApp.
Pengirim tidak dibiarkan menebak-nebak. Status barang bisa dicek, dan update dikirimkan secara berkala via WhatsApp.
Salah satu pengiriman rutin kami adalah produk UMKM makanan kering dari Malang dengan berat total ±120 kg.
Kondisi awal:
Proses:
Hasil:
Banyak ekspedisi menyebut “estimasi 4–5 hari” tanpa pernah menjelaskan dari titik mana waktu itu dihitung. Inilah sumber utama kekecewaan pengirim, khususnya di rute Malang Pangkajene.
Dalam praktik lapangan, keterlambatan biasanya bukan karena kapalnya, tapi karena:
Di Makharya Cargo,Estimasi 5–6 hari bukan angka asumsi. Waktu ini dihitung dari alur riil pengiriman sejak barang dijemput hingga tiba di Pangkajene.
Kami lebih memilih memberikan estimasi yang masuk akal dan bisa dikontrol, daripada menjual janji waktu singkat yang berisiko meleset di lapangan. Kami menghindari janji waktu yang terlalu agresif karena justru berisiko merugikan pengirim.
Untuk rute ini, pengiriman laut berjalan 2 kali dalam seminggu. Artinya:
Klien selalu kami arahkan ke jadwal yang paling masuk akal dengan kondisi barangnya.
Salah satu kesalahan umum di ekspedisi lain adalah membiarkan barang:
Di Makharya, barang yang sudah masuk gudang langsung masuk alur keberangkatan, bukan sekadar dicatat lalu menunggu.
Bagi UMKM, ketidakpastian lebih menyebalkan daripada menunggu sedikit lebih lama. Karena itu:
Bukan sekadar “sedang dikirim”, tapi penjelasan posisi barang dalam alur pengiriman.
Pengiriman via kapal laut memiliki karakter yang berbeda dengan darat atau udara. Di sinilah pengalaman operator sangat berpengaruh.
Beberapa hal yang sering luput diperhatikan:
Untuk barang UMKM makanan kering, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kualitas produk. Karena itu, kami selalu memperlakukan pengiriman UMKM sama seriusnya dengan muatan besar.
Kami tidak memaksa klien membeli layanan tambahan yang tidak perlu. Namun untuk rute laut, kami selalu menyarankan:
Jika ditemukan kemasan yang berisiko, tim akan menginformasikan sebelum barang diberangkatkan.
Karena dalam pengiriman laut:
Packing yang tepat bukan soal mahal, tapi soal siap perjalanan.
Makharya Cargo beroperasi dengan pusat operasional dan legalitas berbasis Surabaya. Ini penting untuk rute Malang ke Sulawesi karena:
Bagi pengirim, ini berarti:
Skema pengiriman kami fleksibel untuk:
Kami memahami bahwa tidak semua pengirim langsung siap kirim tonase besar. Skema minimum 50 kg dibuat agar tetap realistis secara biaya tanpa memberatkan UMKM.
Harga murah di awal sering berakhir mahal di akhir. Yang perlu diperhatikan:
Estimasi tanpa jadwal kapal hanyalah tebakan. Selalu pastikan:
Update bukan merepotkan, tapi bentuk kontrol. Dengan tracking & WhatsApp, pengirim tidak perlu menebak-nebak.
Sebagian besar klien rute Malang Pangkajene bukan datang karena iklan, tapi karena:
Kami tidak menjanjikan “paling murah”, tapi menjanjikan:
Bagi banyak pengirim, itu jauh lebih penting.
Mengirim barang dari Malang Pangkajene bukan soal mencari ekspedisi termurah, tapi soal kepastian ongkir dan kendali waktu. Bagi UMKM dan distributor ringan, ketepatan jadwal dan komunikasi sering jauh lebih penting daripada selisih harga kecil.
Makharya Cargo hadir dengan pendekatan yang lebih realistis:
Dengan pusat operasional dan legalitas perusahaan berbasis Surabaya, kami memastikan pengiriman lintas pulau ditangani oleh tim yang paham alur laut Indonesia, bukan sekadar perantara.

Ongkir pengiriman Malang Pangkajene melalui Makharya Cargo adalah Rp 7.500 per kg dengan minimum 50 kg. Tarif ini disampaikan di awal dan dikunci sebelum barang dijemput.
Tidak. Selama data barang (berat & jenis) sesuai dengan kesepakatan awal, tidak ada perubahan ongkir di tengah jalan.
Estimasi dihitung sejak barang dijemput di Malang hingga siap diterima di Pangkajene, termasuk proses pengiriman laut.
Bisa terjadi jika jadwal kapal tidak jelas atau barang terlalu lama menunggu konsolidasi. Di Makharya, jadwal kapal 2 kali seminggu sudah ditentukan sejak awal untuk meminimalkan risiko molor.
Bisa. Untuk makanan kering, cukup menggunakan karton kuat atau karung berlapis plastik, selama kemasan aman untuk pengiriman laut.
Ya. Penjemputan bisa dilakukan dari rumah produksi, gudang, maupun toko di area Malang sesuai kesepakatan jadwal.
Bisa. Kami menyediakan:
Sehingga pengirim tidak perlu menunggu tanpa kepastian.
Untuk rute ini, minimum kiriman 50 kg agar ongkir tetap efisien. Namun Anda tetap bisa konsultasi jika ada kondisi khusus.
Kami tidak menerima:
Edukasi ini selalu disampaikan di awal agar tidak ada kendala di pelabuhan.
Tidak. Makharya Cargo justru banyak menangani UMKM kecil–menengah yang baru mulai distribusi ke luar pulau.
Cukup hubungi tim kami via WhatsApp. Anda bisa langsung diskusi:
Tanpa harus datang ke kantor.
Jika Anda ingin:
? Hubungi tim Makharya Cargo sekarang melalui WhatsApp
Respon cepat, langsung ke tim yang mengerti pengiriman laut Malang–Sulawesi.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Senin s/d Jumat : 08:00 – 17:00 WIB
Sabtu : 08:00 – 16:00 WIB
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]