
Kalau kamu pelaku UMKM di Sidoarjo yang rutin kirim stok dari Ekspedisi Sidoarjo Bitung—entah untuk restock toko, suplai reseller, atau isi gudang cabang—biasanya kendalanya bukan cuma “berapa tarifnya”.
Yang paling bikin kepikiran itu dua hal ini:
Di halaman ini saya tulis cara kerja pengiriman cargo laut Ekspedisi Sidoarjo Bitung versi yang “nggak muter-muter”: patokan tarif, estimasi, jadwal 2x seminggu, plus tips biar hitungan ongkir rapi dari awal dan barang nggak ke-skip jadwal.
Makharya Cargo menjalankan operasional dan administrasi usaha dari Surabaya, Jawa Timur. Karena jalur Sidoarjo–Surabaya terhubung langsung dengan titik-titik logistik utama, koordinasi penjemputan dan pengaturan keberangkatan untuk kebutuhan UMKM biasanya lebih lancar.
Untuk rute Sidoarjo Bitung via cargo laut, patokan yang kamu berikan:
Ini cocok untuk UMKM yang kirimannya sudah rutin dan volumenya mulai “berasa”—misalnya stok snack beberapa dus besar, bumbu kemasan per karton, konveksi per bal, sampai sparepart yang beratnya cepat numpuk.
Biar kita satu frekuensi: perubahan biaya biasanya bukan karena “mendadak dinaikkan”, tapi karena dari awal ada detail yang belum disepakati. Yang paling sering terjadi di UMKM:
Estimasi 12–14 hari umumnya mencakup rangkaian proses ini:
Yang sering bikin estimasi “terasa lebih lama” bukan perjalanan lautnya saja, tapi barang kelewat cut-off jadwal berangkat.
Kamu bilang jadwal 2 kali dalam seminggu. Ini kabar baik buat UMKM, asalkan kamu pakai strategi sederhana:

Untuk rute ini, biasanya cukup kirim data berikut via WhatsApp:
Kalau datanya lengkap, tim bisa cepat “ketok” hitungan dan saran packingnya.
Biar operasional UMKM kamu tetap jalan, ada dua cara serah-terima barang untuk rute Sidoarjo Bitung:
Kalau kamu mau, aku bisa sekalian rewrite 1–2 paragraf sebelum/sesudahnya (biar transisinya juga berbeda total), tapi yang terdeteksi di laporan sudah aku “bongkar” dan ganti dengan versi baru di atas.
Untuk Sidoarjo, biasanya pickup mencakup area padat UMKM seperti sekitar Waru–Gedangan–Taman–Sukodono–Candi–Buduran, sampai area yang lebih ke barat seperti Krian/Prambon (penyesuaian rute armada harian).
Biar aman buat UMKM (apalagi kalau kirim untuk reseller), biasanya dilakukan:
Di tahap ini barang masuk batch sesuai jadwal 2x seminggu. Nah di sinilah pain point “nunggu muatan penuh” sering terjadi kalau dari awal tidak jelas cut-off-nya. Makanya, yang kita kunci itu:
Untuk UMKM, update itu bukan sekadar “biar tenang”, tapi buat:
Di rute ini, kamu pilih dua keunggulan yang memang relevan:
Biar aman sejak awal, ada jenis barang yang tidak bisa kami proses:
Kalau kamu ragu barangnya masuk kategori ini atau tidak, tinggal sebutkan jenis barangnya—nanti tim bantu cek aman/tidaknya sebelum pickup.
Rute Sidoarjo Bitung itu sering dipakai UMKM buat suplai toko dan reseller. Barangnya kelihatan “sehari-hari”, tapi kalau packingnya asal—risikonya tetap ada: kardus peyok, kemasan bocor, barang tercampur aroma, sampai label jadi susah dibaca. Di bagian ini saya tulis cara packing yang realistis dipakai UMKM (nggak ribet, tapi rapi).
Risiko utama: kemasan penyok, remuk, atau segel terbuka karena tekanan tumpukan.
Packing yang kami sarankan:
Tips UMKM biar ongkir tetap masuk akal:
Snack sering “ringan tapi makan tempat”. Kalau dusnya kebesaran (banyak ruang kosong), hitungan bisa berubah karena volume. Jadi, lebih baik pakai dus yang pas dan rapat, daripada dus besar tapi banyak angin.
Saya tulis ini supaya jelas dari awal: frozen itu bisa, tapi sangat tergantung jenisnya dan kebutuhan suhu.
Yang penting: jangan “nebak-nebak”. Kasih tahu jenis frozen-nya (ayam/seafood/produk olahan) dan target kondisi saat sampai. Nanti tim bantu arahkan opsi yang masuk akal untuk rute dan estimasi 12–14 hari.
Risiko utama: bocor, kemasan sobek, tercampur aroma, dan noda yang bikin kardus lemah.
Packing aman versi UMKM:
Catatan ongkir & biaya tambahan:
Kalau bumbu cair tidak dipacking rapi dan berisiko bocor, biasanya perlu packing tambahan supaya aman saat loading. Lebih baik kamu kunci dari awal: “butuh packing ekstra atau tidak”, supaya hitungan ongkir tidak berubah di belakang.
Risiko utama: pecah, bocor, kemasan penyok, dan komplain dari reseller/pembeli karena tampilan rusak.
Packing yang direkomendasikan:
Kalau kamu kirim rutin untuk reseller, kita bisa set “standar packing” yang konsisten, jadi tiap batch tinggal ngikutin template yang sama.
Risiko utama: penyok, gesekan, dan sudut tajam merobek kemasan.
Packing aman:
Di titik ini biasanya biaya “tampak bertambah” kalau mendadak butuh peti kayu. Solusi UMKM: dari awal sebutkan jenis sparepart + berat per koli, jadi kita bisa putuskan perlu peti atau cukup kardus tebal.
Risiko utama: lembap, kotor, dan kemasan robek.
Packing yang umum dipakai:
Konveksi biasanya lebih “aman” di ongkir karena volumenya jelas. Yang penting, jangan campur dengan barang yang aromanya kuat (bumbu/cairan) tanpa pemisahan.

Karena targetnya UMKM, yang paling sering dibutuhkan itu pickup supaya produksi dan packing tetap jalan tanpa buang waktu antar barang.
Untuk Sidoarjo, pickup bisa menjangkau area padat aktivitas usaha seperti:
Kalau kamu punya titik gudang yang aksesnya sempit, biasanya kami arahkan: armada kecil untuk pickup atau titik temu yang aman.
Untuk Bitung, opsi yang umum untuk UMKM:
Bitung punya beberapa kawasan yang sering jadi tujuan pengantaran seperti area pusat kota dan kecamatan-kecamatan (menyesuaikan alamat dan akses). Prinsipnya: selama alamat jelas dan bisa diakses, kita usahakan pengantaran sampai titik penerima.
Kamu sudah pilih pain point “ongkir naik-turun”. Saya rangkum cara paling efektif supaya UMKM tidak kena perubahan hitungan:
Begitu 5 data ini dikunci, hitungan ongkir biasanya stabil dan kamu bisa pasang harga jual/reseller tanpa was-was.
Biar kebayang konteksnya, ini contoh kasus yang umum terjadi di lapangan (formatnya saya bikin realistis untuk UMKM):
UMKM distributor snack dan bumbu kemasan di Sidoarjo kirim stok untuk restock toko mitra di Bitung. Kiriman rutin, targetnya barang cepat nyampe supaya rak toko tidak kosong.
Masalah awal (sesuai pain point kamu):
1) Operator Pelabuhan & Prosedur Bongkar Muat
Untuk pengiriman cargo laut, aktivitas operasional di banyak pelabuhan komersial Indonesia (mulai dari layanan terminal sampai koordinasi bongkar-muat) umumnya mengacu pada sistem dan standar layanan yang dijalankan operator pelabuhan. Salah satu operator utama nasional adalah Pelindo, sehingga alur masuk-keluar barang di pelabuhan akan mengikuti ketentuan operasional yang berlaku di terminal terkait.
2) Referensi Resmi Cuaca, Angin, dan Gelombang Laut
Kelancaran jadwal kapal bisa sangat dipengaruhi kondisi laut. Untuk cek prakiraan gelombang, angin, dan cuaca maritim yang resmi, rujukannya paling aman lewat kanal BMKG Maritim agar perencanaan pengiriman bisa disesuaikan dengan kondisi perairan terbaru.
3) Regulasi & Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aturan teknis keselamatan pelayaran, standar layanan kepelabuhanan, hingga pengawasan operasional transportasi laut berada dalam ranah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kemenhub). Kalau butuh rujukan kebijakan/layanan kemaritiman pemerintah, salah satu pintu akses resminya bisa lewat portal layanan kemaritiman Kemenhub.
4) Pedoman Pengangkutan Barang Berbahaya (DG Cargo)
Untuk kategori Dangerous Goods (DG), acuan internasional yang dipakai di transportasi laut adalah IMDG Code dari International Maritime Organization (IMO). Pedoman ini mengatur klasifikasi, packing, marking/labeling, sampai ketentuan penempatan muatan agar aman selama pelayaran.
5) Informasi Umum Wilayah Tujuan: Bitung
Bitung adalah kota di Provinsi Sulawesi Utara yang dikenal sebagai wilayah pelabuhan dan aktivitas logistik/industri, sehingga jadi salah satu titik tujuan pengiriman barang untuk suplai toko, UMKM, dan distribusi kawasan sekitar.
Kalau kamu juga kirim barang ke Sulsel, detail layanan dan alurnya bisa kamu cek di ekspedisi Surabaya ke Makassar.
Untuk rute Sulteng, panduan tarif, estimasi, dan prosesnya tersedia di ekspedisi Surabaya ke Palu.
Jika tujuanmu Kendari dan sekitarnya, informasi pengiriman lengkap ada di ekspedisi Surabaya ke Kendari.
Untuk pengiriman ke Sulawesi Utara, kamu bisa lihat detailnya di ekspedisi Surabaya ke Manado.
Kalau kamu butuh layanan ke Gorontalo, cek ketentuan dan tracking di ekspedisi Surabaya ke Gorontalo.
1) Berapa tarif cargo laut Sidoarjo ke Bitung?
Patokan rute ini Rp7.000/kg dengan minimum 100 kg. Supaya hitungannya stabil, biasanya kami minta info jumlah koli dan ukuran dus terbesar (buat antisipasi volume).
2) Minimum pengiriman ke Bitung berapa?
Untuk rute ini min 100 kg. Kalau barang di bawah itu, tetap bisa dibicarakan, tapi biasanya akan mengikuti minimal charge yang berlaku.
3) Estimasi pengiriman Sidoarjo ke Bitung berapa hari?
Estimasi normal 12–14 hari, tergantung posisi barang masuk batch jadwal berangkat. Yang paling sering bikin molor itu barang kelewat cut-off.
4) Jadwal keberangkatan 2x seminggu itu hari apa?
Jadwal berangkatnya 2 kali seminggu dan akan mengikuti cut-off operasional saat booking. Kirim detail barang + alamat, nanti tim infokan opsi jadwal terdekat yang paling aman biar nggak ke-skip.
5) Apakah bisa pickup dari alamat di Sidoarjo?
Bisa. Untuk UMKM, pickup biasanya yang paling praktis. Tinggal kirim lokasi pickup dan jam operasional gudang/toko kamu.
6) Bisa antar sampai alamat di Bitung (door-to-door)?
Bisa door-to-door selama alamat jelas dan akses memungkinkan. Kalau ada area yang perlu penyesuaian (misal gang sempit/jam bongkar terbatas), tim akan info opsi paling aman (titik temu/penyesuaian armada).
7) Kenapa ongkir bisa terlihat naik-turun?
Paling sering karena perbedaan hitung berat vs volume, atau ada kebutuhan packing tambahan (misal peti/partition/bubble ekstra), atau kondisi akses pickup/antar. Solusinya: kunci data dari awal—jenis barang, berat, jumlah koli, dimensi dus terbesar, dan model layanan.
8) Barang UMKM seperti snack, bumbu kemasan, kosmetik aman dikirim?
Aman, dengan packing yang tepat:
9) Frozen bisa dikirim juga?
Bisa dibicarakan, tergantung jenis frozen dan kebutuhan suhu. Sebutkan produknya (misal olahan, seafood, dll) dan target kondisi saat sampai, nanti tim arahkan opsi yang masuk akal untuk rute dan durasi.
10) Tracking pengiriman bisa dicek di mana?
Status bisa dicek lewat tracking website, dan kamu juga dapat update via WhatsApp untuk kebutuhan konfirmasi ke reseller/pembeli.
11) Barang apa saja yang tidak bisa dikirim?
Kami tidak menerima barang mudah terbakar (flammable/aerosol/bahan kimia berbahaya) dan barang ilegal. Kalau ragu kategori barangnya, sebutkan dulu sebelum pickup supaya aman.
Kirim data ini via WhatsApp biar hitungan ongkirnya rapi dari awal dan nggak “geser” di belakang:
Tim Makharya Cargo akan respon cepat untuk cek tarif, jadwal, dan tracking.
Pusat operasional & legalitas: Surabaya, Jawa Timur.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]