
Kalau kamu pernah kirim barang dari Ekspedisi Sidoarjo Parigi, biasanya problemnya bukan cuma “berapa hari nyampai”. Yang bikin kapok itu dua hal: biaya yang tiba-tiba nambah dan pickup yang susah dijadwalkan.
Di lapangan, rute ke wilayah Sulawesi Tengah seperti Parigi sering melibatkan alur konsolidasi, penyesuaian jadwal kapal, dan last-mile yang jaraknya bisa jauh dari titik bongkar. Di momen seperti itu, ada ekspedisi yang cuma kasih angka “mulai sekian per kg” tanpa ngebuka komponen biaya. Begitu barang sudah siap, baru muncul tambahan: handling, packing, alamat luar jangkauan, atau biaya lain yang tidak disampaikan dari awal.
Di Makharya Cargo, pola seperti itu yang justru kita potong dari hulu. Dari awal chat, kita biasakan customer pegang gambaran yang rapi: barangnya apa, berat/dimensi berapa, butuh packing seperti apa, pickup di titik mana, dan opsi pengantaran di Parigi seperti apa. Jadi ongkir bukan angka “ngawang”, tapi hasil hitung yang bisa dipertanggungjawabkan.
Satu lagi: pickup. Banyak customer merasa “armada terbatas” itu alasan klasik. Yang sebenarnya sering terjadi: permintaan pickup numpuk di jam tertentu, tapi tidak ada sistem booking yang jelas. Akhirnya rebutan slot, lalu geser jadwal, lalu customer yang repot sendiri karena barangnya sudah siap di gudang/rumah.
Makanya, untuk rute Sidoarjo Parigi, kita pakai pendekatan yang simpel:
Catatan: operasional dan legalitas perusahaan kami berpusat di Surabaya (kantor pusat). Tim di Surabaya ini yang mengontrol alur dokumen, konsolidasi, dan update status supaya pengiriman lintas pulau tetap kebaca jelas.
Berikut patokan rute yang kamu minta (mengacu data operasional yang kamu berikan):
Angka di atas cocok untuk kebutuhan cargo laut yang memang mainnya volume dan konsolidasi. Tapi biar adil, saya jelaskan cara bacanya supaya kamu tidak kejebak “mulai” yang ujungnya bikin kaget.
Tarif Rp7.500/kg umumnya relevan untuk barang yang:
Yang sering bikin biaya berubah (dan biasanya tidak dijelaskan oleh ekspedisi yang main “tembak harga”) adalah hal-hal ini:
Di Makharya Cargo, cara kita menghindari drama biaya adalah: sebelum pickup, kita minta data barang yang sederhana tapi krusial (jenis barang + berat/dimensi + titik pickup + titik tujuan). Setelah itu baru kita susun simulasi ongkir yang lebih “jadi”, bukan angka umpan.
Estimasi 10–12 hari biasanya mencakup:
Yang bikin estimasi maju/mundur biasanya bukan karena “kapal lama”, tapi karena:
Karena itu, kalau kamu kejar waktu (misalnya barang proyek atau stok toko), strategi paling aman adalah: booking slot pickup lebih awal dan pastikan data barang sudah lengkap dari awal.
Jadwal 2 kali seminggu itu enak buat kamu yang kirim rutin: stok UMKM, sparepart, atau kebutuhan proyek. Tapi jadwal yang sama juga jadi “jam sibuk” karena banyak pengirim mengejar keberangkatan yang sama.
Praktik yang paling sering membuat customer ketinggalan kapal:
Solusinya sederhana: konfirmasi lebih dulu untuk cek slot pickup + verifikasi hitungan, baru barang disiapkan final.

Rute Sidoarjo Parigi itu tipikal rute “campuran”: ada kebutuhan proyek, ada distribusi barang dagang, ada kiriman motor, dan ada barang rumah tangga. Saya bahas beberapa jenis yang kamu sebut, dengan gaya penanganan yang realistis (bukan sekadar “bisa kirim semua”).
Penting: barang tertentu tidak bisa dikirim, terutama yang mudah terbakar/berbahaya (contoh aerosol, bahan kimia mudah menyala tertentu, gas) dan barang ilegal. Kalau ragu, tinggal sebutkan barangnya di awal — kita bantu cek aman/tidaknya.
Barang proyek itu musuhnya dua: geser saat perjalanan dan tertekan saat stacking.
Penanganan yang biasa kita sarankan:
Kalau mesin punya oli atau bahan cair, wajib dibahas dari awal, karena beberapa kategori cairan punya aturan khusus.
Furnitur sering bikin biaya “ngagetin” karena dimensi besar. Yang kita kejar adalah aman dan tetap efisien ruang.
Opsi packing yang umum:
Makanan kering biasanya aman di cargo laut selama packingnya benar dan tidak gampang lembap.
Saran packing:
Kuncinya: jangan campur makanan kering dengan barang yang berbau tajam atau barang yang berpotensi merusak kemasan.
Sparepart itu sering kecil-kecil tapi nilainya tinggi. Yang bikin masalah biasanya: lecet, karat, atau ketukar.
Penanganan yang kita terapkan:
Bahan bangunan (misal keramik, saniter, atau material finishing) butuh disiplin packing karena rawan pecah saat bongkar.
Saran aman:
Kirim motor itu sering dianggap gampang, padahal yang bikin ribet biasanya: kondisi awal tidak didokumentasikan, akses pickup sempit, dan pengamanan kurang.
Standar yang biasanya kita lakukan:
Karena pain point kamu adalah pickup susah / armada terbatas, bagian ini saya bikin tegas. Intinya: pickup itu bukan “ya nanti kami atur”, tapi ada alurnya supaya kamu punya kepastian.
Untuk pickup area Sidoarjo, skema yang paling aman adalah:
Kenapa harus begini? Karena rute lintas pulau dengan jadwal kapal 2x seminggu itu punya “jam ramai”. Kalau kamu baru minta pickup saat semua orang juga minta pickup, slot bisa penuh dan akhirnya geser jadwal.
Yang biasanya bikin pickup jadi seret:
Kalau dari awal sudah jelas, kita bisa atur armada yang tepat dan jam yang realistis. Ini bukan soal “gratis atau tidak”, tapi soal kepastian.
Untuk tujuan Parigi (termasuk area Parigi/Parigi Moutong), opsi pengantaran umumnya bisa menyesuaikan kondisi alamat dan jenis barang:
Di tahap awal, yang penting adalah: sebutkan alamat tujuan sejelas mungkin, termasuk patokan. Ini membantu kita menghitung last-mile tanpa “biaya mendadak”.

Berikut alur yang kami jalankan untuk rute Sidoarjo Parigi. Saya tulis apa adanya, karena justru alur yang rapi itu yang bikin biaya dan estimasi bisa dikunci.
Kamu kirim:
Kalau barangnya campuran (misal alat proyek + kardus makanan kering + sparepart), justru lebih baik dipecah per kategori. Dari sini, kita bisa tentukan:
Di fase ini juga kita “bereskan” potensi biaya tambahan: volume, handling, packing, dan last-mile. Jadi kamu tidak jalan dengan angka yang setengah matang.
Setelah hitungan disepakati, kamu bisa pilih:
Kunci di sini: barang harus sudah siap sesuai packing yang disepakati. Kalau belum, mending bilang dari awal, supaya tim tidak salah kirim armada atau salah jadwal.
Barang masuk alur konsolidasi, lalu:
Setelah tiba, barang melalui proses bongkar dan sortir, lalu diteruskan ke pengantaran akhir (sesuai opsi layanan yang kamu pilih).
Di fase inilah biasanya ekspedisi yang tidak rapi mulai “menghilang”: customer nanya barangnya di mana, jawabannya muter. Kita menghindari itu lewat tracking yang jelas.
Di halaman ini saya fokus ke dua keunggulan yang kamu pilih, supaya tidak melebar dan tetap konsisten.
Rute lintas pulau itu sangat dipengaruhi momentum: kamu telat konfirmasi sehari, bisa kelempar jadwal berikutnya. Respon cepat bukan sekadar “balas chat cepat”, tapi cepat dalam:
Buat pengiriman campuran (alat proyek + furnitur + material), respon yang cepat juga mengurangi miskomunikasi: barang mana yang perlu pallet, mana yang cukup kardus, mana yang perlu penguatan sudut.
Kita paham, customer itu tidak suka “disuruh tenang”. Yang dibutuhkan adalah status yang bisa dilihat.
Makanya di Makharya Cargo:
Ini membantu kamu yang kirim untuk proyek/distribusi: penerima bisa disiapkan, jadwal bongkar bisa diatur, dan kamu tidak perlu menebak-nebak.
Saya bikin studi kasus yang nyambung dengan sudut pandang campuran (proyek + distribusi), sekaligus relevan dengan pain point kamu: biaya mendadak dan pickup seret.
Salah satu pengiriman yang polanya sering kejadian:
Deadline-nya mepet karena pekerjaan di lokasi Parigi sudah mulai jalan. Customer minta: “yang penting jangan ada biaya susulan, dan pickup jangan molor.”
Hasilnya, customer pegang angka ongkir yang lebih stabil sejak awal, dan tim pickup tidak datang “cuma buat nungguin barang siap”.
Customer dapat:
Buat pengiriman proyek, ini krusial. Karena yang paling mahal bukan cuma ongkir — tapi waktu yang kebuang karena barang telat atau status tidak jelas.
Untuk menjaga keamanan pengiriman lintas pulau, ada kategori yang tidak bisa kita proses, terutama:
Kalau kamu ragu barangmu masuk kategori mana, cukup sebutkan barangnya di awal. Lebih aman dicek dulu daripada dipaksa berangkat lalu bermasalah di tengah proses.
Untuk urusan operasional pelabuhan—mulai dari layanan terminal, arus bongkar muat, sampai pengaturan layanan kepelabuhanan—Indonesia memiliki operator pelabuhan nasional PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo. Karena itu, alur pengiriman via laut umumnya mengikuti ketentuan operasional dan prosedur layanan yang berlaku di pelabuhan terkait.
Kelancaran pengiriman cargo laut sangat dipengaruhi kondisi angin dan gelombang. Untuk memantau informasi yang paling aman dijadikan pegangan, gunakan kanal resmi BMKG Cuaca Maritim yang menampilkan pembaruan cuaca perairan, tinggi gelombang, dan peringatan dini.
Aspek keselamatan pelayaran, pengawasan standar operasional transportasi laut, hingga pembinaan penyelenggaraan kegiatan di sektor perhubungan laut berada dalam lingkup Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan). Kanal ini bisa jadi rujukan untuk informasi dan publikasi resmi terkait sektor perhubungan laut.
Untuk pengangkutan Dangerous Goods (DG) via laut, acuan internasional yang dipakai luas adalah IMDG Code dari International Maritime Organization (IMO). Pedoman ini mengatur klasifikasi, pengemasan, penandaan, hingga aturan stowage/segregation agar pengangkutan DG lebih aman dan terkontrol.
Parigi adalah kecamatan yang juga menjadi pusat pemerintahan (ibu kota) Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini berada di kawasan pesisir timur Sulawesi Tengah yang terhubung dengan aktivitas layanan publik, perdagangan lokal, dan mobilitas logistik dalam kabupaten.
Kalau kamu juga punya pengiriman lanjutan ke Sulawesi Selatan (misalnya stok toko atau barang proyek), kamu bisa lihat detail layanan dan estimasinya di ekspedisi Surabaya Makassar
Untuk tujuan Sulawesi Tengah selain Parigi—terutama kalau pengirimanmu campuran (kardus + barang berat)—cek panduan rute dan alurnya di Ekspedisi Surabaya Palu
Kalau penerima ada di Sulawesi Tenggara dan kamu perlu gambaran biaya serta opsi layanan yang mirip jalur timur, kamu bisa buka halaman Ekspedisi Surabaya Kendari
Buat pengiriman ke Sulawesi Utara, kamu bisa jadikan rute ini sebagai referensi proses, estimasi, dan skema tracking di ekspedisi Surabaya Manado
Kalau tujuan kirimanmu mengarah ke Gorontalo (barang dagangan, sparepart, atau kebutuhan proyek), kamu bisa cek patokan layanan dan alur pengirimannya di ekspedisi Surabaya Gorontalo
1) Berapa ongkir cargo laut Sidoarjo ke Parigi?
Patokan yang kita pakai untuk rute ini: mulai Rp7.500/kg dengan minimum 50 kg. Yang paling menentukan finalnya tetap data barang (berat + dimensi) dan titik pengantaran di Parigi, supaya tidak muncul biaya mendadak.
2) Kenapa ongkir bisa berubah padahal sudah disebut “mulai Rp7.500/kg”?
Biasanya karena ada komponen yang belum dibuka sejak awal: barang besar tapi ringan (kena hitung volume), butuh handling khusus, butuh packing tambahan (pallet/peti), atau alamat tujuan di luar jangkauan standar last-mile. Makanya kami minta data barang & alamat lengkap sebelum pickup biar ongkirnya “nggak kaget”.
3) Minimum 50 kg itu wajib? Bagaimana kalau barang saya di bawah 50 kg?
Untuk rute ini, minimum 50 kg adalah patokan konsolidasi. Kalau barang di bawah itu, tetap bisa kita bantu carikan opsi terbaik, tapi biasanya perhitungan mengikuti minimum atau disarankan digabung (jika memungkinkan) supaya lebih masuk.
4) Estimasi Sidoarjo ke Parigi berapa hari?
Estimasi normal 10–12 hari. Hitungan ini mencakup konsolidasi, proses loading, perjalanan laut, bongkar-sor tir, dan last-mile. Estimasi bisa maju/mundur kalau barang masuk mepet jadwal keberangkatan atau ada penjadwalan ulang untuk pengantaran.
5) Jadwal keberangkatan benar 2 kali seminggu?
Ya, untuk rute ini patokannya 2x seminggu. Supaya tidak “kelempar” jadwal berikutnya, yang paling aman adalah booking pickup lebih awal dan pastikan data barang sudah lengkap sebelum hari closing.
6) Bisa pickup di Sidoarjo? Kenapa kadang pickup terasa susah?
Bisa. Pickup terasa susah biasanya karena permintaan numpuk di jam ramai dan customer belum booking slot. Solusinya: kirim data barang + titik pickup + pilih hari pickup dari awal. Kalau aksesnya gang sempit atau butuh bantuan angkat, info itu wajib disampaikan biar armada dan timnya pas.
7) Bisa kirim motor dari Sidoarjo ke Parigi?
Bisa. Untuk motor, biasanya kita sarankan pengamanan bodi sesuai kebutuhan dan dokumentasi kondisi sebelum berangkat (minimal foto). Detail titik pickup dan alamat tujuan juga penting karena motor punya kebutuhan handling berbeda dibanding kardus.
8) Barang saya furnitur (lemari/meja). Aman nggak kalau via cargo laut?
Aman kalau packingnya tepat. Furnitur umumnya perlu bubble + corner protector + wrapping, dan untuk yang sangat rawan (kaca/finishing mahal/bentuk unik) bisa pakai opsi peti. Kita tentukan dari awal, supaya biaya dan risiko sama-sama jelas.
9) Bisa kirim mesin/alat proyek dan bahan bangunan sekaligus?
Bisa, justru rute ini sering campuran. Yang penting, data barangnya dipisah per kategori supaya penanganannya tepat: mesin/alat proyek biasanya lebih aman di pallet + strapping, sedangkan bahan bangunan perlu bundling dan penguatan sudut.
10) Tracking-nya gimana? Saya bisa pantau posisi barang?
Kamu bisa tracking via website, dan tim juga akan bantu update status via WhatsApp di titik-titik penting (misalnya setelah pickup, proses keberangkatan, dan saat mendekati pengantaran). Jadi bukan model “tanya dulu baru dijawab”.
11) Barang apa yang tidak bisa dikirim?
Yang umumnya tidak bisa diproses adalah barang mudah terbakar/berbahaya (contoh aerosol tertentu, bahan kimia mudah menyala, gas, dll) dan barang ilegal. Kalau ragu, sebutkan barangnya dari awal supaya kita cek aman/tidaknya sebelum dijadwalkan.
Mau kirim barang dari Sidoarjo ke Parigi?
Kirim data barang + alamat pickup + alamat tujuan, nanti tim Makharya Cargo hitungkan ongkirnya biar nggak ada biaya mendadak.
Klik WhatsApp sekarang.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]