
Kalau kamu pegang pengadaan proyek dan harus kirim barang campuran dari Ekspedisi Sidoarjo Poso, biasanya masalahnya bukan “bisa kirim atau tidak”. Masalah paling sering justru ini: item banyak, ukuran beda-beda, sebagian berat, sebagian makan tempat — akhirnya bingung hitung ongkir dan koordinasi bongkar jadi ruwet.
Di rute Sidoarjo Poso, tim Makharya Cargo biasa menangani kiriman proyek seperti panel listrik, kabel roll, lampu PJU, pipa & fitting, valve, pompa, sampai part mesin (gearbox, bearing) dan material interior campuran. Jadi yang kita rapikan dari awal bukan cuma “angkat-kirim”, tapi cara hitung ongkir multi-item dan alur pickup–bongkar biar proyekmu nggak kebuang waktu di koordinasi.
Catatan: Makharya Cargo beroperasi dengan legalitas perusahaan, dengan kantor pusat operasional di Surabaya (penanganan administrasi, kontrol muatan, dan koordinasi armada). Tracking bisa dipantau via website, dan statusnya bisa di-update via WhatsApp sesuai kebutuhan tim lapangan.
Di kiriman proyek, kamu jarang ketemu 1 jenis barang saja. Contohnya:
Kalau hitungnya cuma “kira-kira”, sering kejadian: estimasi awal terlalu rendah, lalu saat barang sudah masuk proses ukur/timbang, angka berubah. Ini yang bikin vendor di lapangan ngomel, admin pusing, dan timeline proyek ikut ketarik.
Yang kami lakukan dari awal: rapikan data barang (jumlah, dimensi, cara packing) supaya ongkirnya bisa dihitung masuk akal sebelum barang dijemput.
Rute antarpulau itu bukan cuma soal kapal. Hambatan yang bikin proyek tersendat biasanya:
Makanya, dari awal kami biasakan “ngunci” tiga hal: alamat pickup yang jelas, PIC yang pegang barang, dan skema bongkar di Poso (drop point atau antar sesuai kebutuhan).
Untuk kebutuhan landing page ini, patokan yang kamu berikan:
Di proyek, angka estimasi akan lebih “berasa manfaatnya” kalau kamu pakai untuk planning: kapan barang harus diserahkan ke gudang, kapan bisa mulai pasang, dan kapan tim Poso harus standby bongkar.
Ini bagian yang biasanya bikin bingung, jadi aku jelaskan pakai bahasa gudang, bukan teori.
Dalam praktik cargo, ongkir bisa dipengaruhi dua “arah”:
Kiriman proyek campuran sering “menang” di volume, terutama kalau:
Agar hitungan ongkir nggak meleset, yang kami minta sederhana:
Kalau kamu belum punya ukuran lengkap, biasanya bisa mulai dari 3–5 item terbesar dulu. Sisanya mengikuti saat proses ukur di gudang, tapi tetap dalam koridor yang wajar karena dari awal sudah ketahuan pola muatannya.
Karena keberangkatan 2x seminggu, kunci planning-nya:
Nanti di PART 2 aku jelaskan skenario split kiriman yang sering dipakai tim proyek supaya pekerjaan di Poso tetap jalan tanpa menunggu semua barang datang barengan.
Untuk panel listrik, musuhnya bukan cuma benturan, tapi juga:
Opsi yang umum dipakai:
Untuk gearbox/bearing/part mesin, fokusnya:
Kabel roll & lampu PJU: cegah peyang dan pecah
Kabel roll sering terlihat “aman” karena bentuknya gulungan, padahal:
Yang kami sarankan:
Lampu PJU (terutama yang punya housing/komponen sensitif) idealnya:
Pipa panjang biasanya bikin muatan “makan tempat”. Sementara fitting kecil-kecil bisa nyelip kalau tidak dipaketkan.
Praktik yang paling aman:
Untuk keramik, risiko retak itu nyata. Untuk plafon, risiko patah/lekuk juga sering.
Kuncinya: jangan cuma “dibungkus”, tapi ditata agar tidak jadi korban tekanan.
Biasanya kami sarankan:

Untuk rute ini, kami cover penjemputan area Sidoarjo sesuai kebutuhan proyek. Yang perlu kamu siapin supaya pickup lancar:
Kalau barangnya multi-item dari beberapa titik, bisa juga dibuat jadwal pickup supaya nggak ada barang “ketinggalan” di supplier.
Untuk Poso, kita bisa atur skema pengantaran sesuai kebutuhan:
Yang penting buat tim proyek: dari awal jelas PIC penerima, jam bongkar, dan kalau butuh alat bantu (hand pallet, forklift, atau tenaga angkut), disiapkan sesuai kondisi lokasi.
Biar bongkar di Poso nggak jadi drama, minimal siapkan:
Ini kelihatannya sepele, tapi efeknya besar: mencegah “barang ada tapi belum ketemu” karena tercampur tanpa label.
Untuk kasus proyek, cara tercepat dapat hitungan yang masuk akal adalah kirim data ini:
Kalau kamu belum punya ukuran lengkap, nggak masalah. Minimal kirim:
Di sini keuntungan “respon cepat” itu kepake: begitu data awal masuk, tim bisa bantu rapikan estimasi dan kasih saran apakah lebih baik gabung 1 kali jalan atau split 2 batch.
Karena kamu menargetkan area Sidoarjo umum, pola pickup biasanya begini:
Kalau barang proyekmu datang dari beberapa supplier, paling aman dibuat:
Ini bagian yang sering bikin orang merasa “kok ongkir berubah”. Biar fair dan jelas, titik ukur/timbang dipakai untuk:
Karena kamu punya patokan tarif Rp7.000/kg dan minimum 50 kg, barang proyek campuran umumnya langsung lewat minimum. Yang perlu kita jaga adalah: jangan sampai item ringan tapi besar bikin muatan jadi tidak efisien tanpa kamu sadari.
Di PART 1 kita bahas opsi packing. Di proses nyata, rule-of-thumb-nya:
Khusus proyek, packing yang rapi itu bukan cuma “aman”, tapi hemat waktu bongkar karena item mudah dicocokkan dengan checklist.
Dengan jadwal 2x seminggu, biasanya ada dua strategi:
Untuk proyek, strategi split sering lebih “menyelamatkan” timeline, karena pekerjaan bisa jalan tanpa menunggu barang minor lengkap.
Estimasi 10–12 hari itu paling aman dipakai sebagai:
Kalau proyek kamu super ketat, biasanya yang bikin molor bukan kapal doang, tapi:
Makanya workflow di atas penting: yang bisa kamu kontrol, kita kunci dari awal.
Di proyek, tracking yang “berguna” itu bukan cuma “barang masih di perjalanan”. Yang dibutuhkan biasanya:
Di Makharya Cargo, tracking bisa:
Format update WA yang biasanya paling kepake untuk proyek:
Dengan format begini, tim proyek nggak perlu chat bolak-balik “udah sampai mana?” tiap hari, karena informasinya sudah rapi.
Ini penting disisipkan sejak awal supaya proses nggak mentok di tengah:
Kalau kamu ragu item tertentu termasuk kategori risk, cara amannya: kirim list barang dulu. Lebih baik kita cek dari awal daripada barang sudah terlanjur dijemput lalu tertahan.
Di proyek, daftar barang bisa berubah 1–2 hari sebelum pickup: ada tambahan fitting, ada valve yang menyusul, atau panel datang telat. Yang bikin proses tetap jalan adalah respon yang cepat untuk:
Biasanya admin kantor suka cek via website, sementara tim lapangan butuh update WA yang ringkas. Dua jalur ini bikin koordinasi lebih tenang karena masing-masing tim dapat info sesuai kebutuhannya.
Bayangin kondisi yang sering kejadian di proyek:
Studi kasus seperti ini yang biasanya bikin pengiriman proyek terasa “enak”: bukan karena tanpa masalah, tapi karena dari awal sudah disiapkan sistemnya.

1) Operator & Manajemen Operasional Pelabuhan
Untuk pengaturan layanan kepelabuhanan—mulai dari operasional terminal, alur bongkar-muat, sampai dukungan layanan pelabuhan—Indonesia memiliki operator pelabuhan nasional yang menangani banyak aktivitas pelabuhan strategis. Karena itu, pengiriman cargo laut umumnya mengikuti alur operasional dan ketentuan layanan yang berlaku di pelabuhan terkait.
2) Referensi Resmi Cuaca, Angin, dan Gelombang Laut
Perjalanan cargo via laut sangat dipengaruhi kondisi angin dan tinggi gelombang. Untuk memantau prakiraan maritim resmi (gelombang, angin, dan info perairan/pelabuhan), rujukan paling aman adalah kanal khusus cuaca maritim milik BMKG yang diperbarui berkala.
3) Regulasi & Keselamatan Transportasi Laut
Standar keselamatan pelayaran, ketentuan operasional angkutan laut, serta pengawasan aspek-aspek kepelabuhanan berada dalam ranah Kementerian Perhubungan melalui unit kemaritiman. Jika kamu butuh rujukan kebijakan/layanan kemaritiman, portal resmi Kemenhub bisa dipakai sebagai titik awal.
4) Pedoman Barang Berbahaya (DG Cargo) untuk Jalur Laut
Untuk pengiriman muatan yang masuk kategori dangerous goods (DG), acuan global yang paling umum dipakai di transportasi laut adalah IMDG Code dari International Maritime Organization (IMO), yang mengatur klasifikasi, kemasan, pelabelan, stowage, dan segregasi muatan berbahaya.
5) Informasi Umum Wilayah Tujuan (Poso)
Poso adalah wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pusat pemerintahan di Kota Poso dan memiliki peran penting sebagai salah satu area aktivitas ekonomi di wilayahnya. Untuk rujukan informasi daerah tujuan, kamu bisa merujuk ke situs resmi Pemerintah Kabupaten Poso.
Kalau kamu juga punya pengiriman reguler jalur Sulawesi Selatan, lihat layanan ekspedisi Surabaya ke Makassar untuk opsi cargo laut dan pengaturan penjemputan.
Untuk kebutuhan proyek atau distribusi barang ke Sulawesi Tengah, kamu bisa cek detail rute ekspedisi Surabaya ke Palu sebagai referensi tarif, estimasi, dan alur pengiriman.
Jika tujuan barangmu mengarah ke Sulawesi Tenggara (termasuk kebutuhan site dan material), silakan baca halaman ekspedisi Surabaya ke Kendari agar kamu punya gambaran skema pengiriman dan penanganannya.
Untuk pengiriman ke Sulawesi Utara, terutama muatan campuran dan barang volume, kamu bisa lanjut ke ekspedisi Surabaya ke Manado untuk melihat opsi layanan dan tracking-nya.
Kalau proyekmu ada pengiriman lanjutan ke area Gorontalo, tersedia juga rute ekspedisi Surabaya ke Gorontalo yang bisa kamu jadikan rujukan sebelum jadwal pickup dikunci.
1) Tarif Rp7.000 itu dihitung per kg atau bisa berubah karena volume?
Patokan tarifnya Rp7.000/kg, tapi untuk kiriman proyek yang itemnya besar dan makan tempat, perhitungan bisa mempertimbangkan volume/kubikasi. Makanya kami minta minimal ukuran item terbesar + foto, supaya hitungannya realistis sejak awal dan tidak “kaget” di tengah proses.
2) Minimum 50 kg itu wajib? Kalau barang proyek di bawah itu gimana?
Untuk rute ini, minimum pengiriman 50 kg. Kalau barangmu di bawah itu, biasanya ada opsi digabung dengan item lain (kalau memang ada tambahan kiriman) atau menyesuaikan skema pengiriman supaya tetap efisien. Tim akan bantu arahkan opsi yang paling masuk akal buat kebutuhan proyekmu.
3) Estimasi 10–12 hari dihitung dari kapan?
Estimasi 10–12 hari umumnya dihitung setelah proses pickup–ukur/timbang–loading dan barang masuk alur keberangkatan sesuai jadwal (2x seminggu). Supaya estimasinya “kena”, pastikan barang sudah siap saat pickup dan PIC penerima di Poso sudah siap jadwal bongkar.
4) Jadwal 2x seminggu, lebih aman kirim kapan biar nggak ketinggalan?
Untuk proyek, paling aman kamu kirim data barang (item list + ukuran item besar) lebih dulu, lalu jadwalkan pickup sebelum hari keberangkatan. Kalau proyek mepet, kami biasanya sarankan split batch: item kunci berangkat dulu, sisanya menyusul.
5) Bisa jemput barang proyek di area Sidoarjo (umum) tanpa harus antar ke gudang?
Bisa. Untuk rute Sidoarjo ? Poso, penjemputan bisa diatur sesuai alamat dan akses kendaraan. Yang kami butuhkan: alamat lengkap, patokan, jam siap muat, dan PIC yang standby di lokasi.
6) Pengantaran di Poso bisa sampai lokasi proyek atau hanya drop point?
Bisa disesuaikan kebutuhan. Untuk pengantaran area Poso (umum), kamu bisa pilih skema drop point atau koordinasi pengantaran ke titik penerima. Yang penting: PIC penerima, jadwal bongkar, dan kesiapan area bongkar.
7) Barang proyek saya campuran: panel listrik + kabel roll + pipa + valve/pompa + part mesin. Cara hitung ongkirnya gimana biar jelas?
Kuncinya: kelompokkan item dan kunci dulu item paling besar/berat (panel dalam peti/palet, pipa bundel, keramik/plafon kalau ikut). Setelah itu kami hitungkan berdasarkan pola muatan (berat vs volume) supaya estimasi ongkir stabil dan bisa kamu pakai untuk budgeting proyek.
8) Packing seperti peti kayu atau palet bisa dibantu?
Bisa diarahkan sesuai jenis barang. Panel listrik dan barang sensitif umumnya lebih aman dengan peti/palet + strap/wrapping. Untuk fitting kecil, valve, bearing—kami sarankan box/koli terpisah dan label jelas agar tidak hilang saat bongkar.
9) Ada tracking? Tim proyek saya butuh update yang gampang diteruskan ke lapangan.
Ada. Kamu bisa tracking via website, dan untuk tim lapangan biasanya lebih enak dapat update status via WhatsApp (ringkas, jelas statusnya: pickup/proses/loading/berangkat/delivery).
10) Barang apa saja yang tidak bisa dikirim lewat cargo?
Secara umum kami tidak menerima barang mudah terbakar/berbahaya (misalnya cairan tertentu, aerosol/gas bertekanan, dan sejenisnya) serta barang ilegal. Kalau kamu ragu, kirim list barang dulu—lebih aman dicek di awal daripada tertahan di proses.
11) Apa saja data yang harus disiapkan supaya prosesnya cepat dan ongkirnya nggak meleset?
Siapkan:
Dengan data itu, tim bisa respon cepat dan kamu dapat estimasi ongkir yang lebih akurat untuk barang multi-item.
Butuh cargo laut Sidoarjo ? Poso untuk barang proyek?
Kirim data barangmu sekarang biar hitungan ongkirnya jelas (multi-item, besar/berat) dan jadwalnya bisa dikunci.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]