pengiriman barang dari ekspedisi sidoarjo poso via laut

Kalau kamu pegang pengadaan proyek dan harus kirim barang campuran dari Ekspedisi Sidoarjo Poso, biasanya masalahnya bukan “bisa kirim atau tidak”. Masalah paling sering justru ini: item banyak, ukuran beda-beda, sebagian berat, sebagian makan tempat — akhirnya bingung hitung ongkir dan koordinasi bongkar jadi ruwet.

Di rute Sidoarjo Poso, tim Makharya Cargo biasa menangani kiriman proyek seperti panel listrik, kabel roll, lampu PJU, pipa & fitting, valve, pompa, sampai part mesin (gearbox, bearing) dan material interior campuran. Jadi yang kita rapikan dari awal bukan cuma “angkat-kirim”, tapi cara hitung ongkir multi-item dan alur pickup–bongkar biar proyekmu nggak kebuang waktu di koordinasi.

Catatan: Makharya Cargo beroperasi dengan legalitas perusahaan, dengan kantor pusat operasional di Surabaya (penanganan administrasi, kontrol muatan, dan koordinasi armada). Tracking bisa dipantau via website, dan statusnya bisa di-update via WhatsApp sesuai kebutuhan tim lapangan.

Daftar Isi

Pembuka Berbasis Masalah Nyata Customer

Kenapa ongkir proyek sering “nggak ketemu” saat item campur?

Di kiriman proyek, kamu jarang ketemu 1 jenis barang saja. Contohnya:

  • Panel listrik: berat, bentuk kotak, rawan penyok.
  • Kabel roll: bentuk gulungan, kadang ringan tapi makan space.
  • Lampu PJU: bisa panjang, rawan pecah kalau asal handling.
  • Untuk paket mekanikal, yang sering bikin repot itu justru item campur: pipa butuh ikatan rapi per panjang, sementara fitting/valve lebih aman dipisah per boks dan dilabel, supaya nggak tercecer saat bongkar.
  • Part mesin (gearbox/bearing): berat, kadang kecil tapi nilai tinggi, wajib aman.

Kalau hitungnya cuma “kira-kira”, sering kejadian: estimasi awal terlalu rendah, lalu saat barang sudah masuk proses ukur/timbang, angka berubah. Ini yang bikin vendor di lapangan ngomel, admin pusing, dan timeline proyek ikut ketarik.

Yang kami lakukan dari awal: rapikan data barang (jumlah, dimensi, cara packing) supaya ongkirnya bisa dihitung masuk akal sebelum barang dijemput.

Tantangan koordinasi pickup Sidoarjo & bongkar di Poso

Rute antarpulau itu bukan cuma soal kapal. Hambatan yang bikin proyek tersendat biasanya:

  • Lokasi pickup akses truknya terbatas, jam operasional gudang ketat.
  • Barang datang bertahap dari beberapa supplier (multi-item benar-benar kejadian).
  • Di Poso, tim penerima kadang butuh pengaturan bongkar: siapa yang standby, alat bantu, dan titik drop yang jelas.

Makanya, dari awal kami biasakan “ngunci” tiga hal: alamat pickup yang jelas, PIC yang pegang barang, dan skema bongkar di Poso (drop point atau antar sesuai kebutuhan).

Tarif & Estimasi Pengiriman

Patokan tarif, minimum, estimasi

Untuk kebutuhan landing page ini, patokan yang kamu berikan:

  • Tarif: Rp 7.000 (per kg)
  • Minimum kirim: 50 kg
  • Estimasi: 10–12 hari
  • Jadwal: 2 kali dalam seminggu

Di proyek, angka estimasi akan lebih “berasa manfaatnya” kalau kamu pakai untuk planning: kapan barang harus diserahkan ke gudang, kapan bisa mulai pasang, dan kapan tim Poso harus standby bongkar.

Cara hitung ongkir multi-item: berat aktual vs volume (kubikasi)

Ini bagian yang biasanya bikin bingung, jadi aku jelaskan pakai bahasa gudang, bukan teori.

Dalam praktik cargo, ongkir bisa dipengaruhi dua “arah”:

  1. Berat aktual (kg) — barang memang berat.
  2. Volume/kubikasi (m³) — barang nggak berat, tapi makan tempat.

Kiriman proyek campuran sering “menang” di volume, terutama kalau:

  • Kabel roll jumlah banyak dan besar,
  • Lampu PJU panjang dan butuh space,
  • Panel listrik dipeti (peti bikin volume naik),
  • Material interior butuh packing tambahan.

Agar hitungan ongkir nggak meleset, yang kami minta sederhana:

  • List item (jenis + jumlah),
  • Ukuran (P x L x T) untuk item besar,
  • Foto barang + rencana packing (dus/palet/peti).

Kalau kamu belum punya ukuran lengkap, biasanya bisa mulai dari 3–5 item terbesar dulu. Sisanya mengikuti saat proses ukur di gudang, tapi tetap dalam koridor yang wajar karena dari awal sudah ketahuan pola muatannya.

Jadwal 2x seminggu: kapan ideal kirim untuk kejar timeline proyek?

Karena keberangkatan 2x seminggu, kunci planning-nya:

  • Jangan tunggu semua item “sempurna lengkap” kalau proyek mepet.
  • Untuk item yang jadi “penentu start pekerjaan” (misal panel listrik utama atau pompa), kadang lebih aman split pengiriman: batch 1 berangkat dulu, batch 2 menyusul.

Nanti di PART 2 aku jelaskan skenario split kiriman yang sering dipakai tim proyek supaya pekerjaan di Poso tetap jalan tanpa menunggu semua barang datang barengan.

Jenis Barang & Penanganannya

Panel listrik & part mesin: aman kalau packingnya bener

Untuk panel listrik, musuhnya bukan cuma benturan, tapi juga:

  • sudut panel penyok,
  • getaran saat handling,
  • posisi miring saat loading.

Opsi yang umum dipakai:

  • Peti kayu (kalau panel sensitif/finishing rapi),
  • Palet + wrapping + strap (untuk panel yang lebih “tahan” tapi tetap butuh stabil),
  • Penandaan sisi “atas/bawah” supaya tim gudang nggak membalik.

Untuk gearbox/bearing/part mesin, fokusnya:

  • anti geser,
  • aman dari benturan,
  • dan penempatan yang jelas (barang kecil bernilai tinggi jangan dicampur asal).

Kabel roll & lampu PJU: cegah peyang dan pecah

Kabel roll sering terlihat “aman” karena bentuknya gulungan, padahal:

  • kalau tergencet, gulungannya bisa peyang,
  • label item bisa hilang,
  • ujung kabel rawan ketarik.

Yang kami sarankan:

  • kabel roll dibundling per kelompok, diberi label jelas (tipe, panjang, batch),
  • kalau ada beberapa ukuran, jangan campur label.

Lampu PJU (terutama yang punya housing/komponen sensitif) idealnya:

  • ada pelindung sudut,
  • diberi pemisah antar unit,
  • dan tidak ditaruh di posisi rawan tertindih.

Pipa & fitting, valve, pompa: bundling yang rapi itu separuh “selesai”

Pipa panjang biasanya bikin muatan “makan tempat”. Sementara fitting kecil-kecil bisa nyelip kalau tidak dipaketkan.

Praktik yang paling aman:

  • Pipa: diikat/bundling sesuai panjang, diberi penanda ujung, dan kalau perlu penyangga supaya tidak melengkung.
  • Fitting/valve/baut kecil: masuk karung/dus tebal + label per item (ini menyelamatkan kamu dari “missing item”).
  • Pompa sebaiknya dikunci posisinya saat loading—bisa dipaletkan atau dipeti sesuai model dan beratnya, supaya tidak geser dan tidak kena benturan.

Material interior (plafon, keramik): pilih packing sesuai risiko

Untuk keramik, risiko retak itu nyata. Untuk plafon, risiko patah/lekuk juga sering.
Kuncinya: jangan cuma “dibungkus”, tapi ditata agar tidak jadi korban tekanan.

Biasanya kami sarankan:

  • keramik dalam packing yang menahan tekanan (dengan pembatas yang rapi),
  • plafon diberi pelindung tepi dan penyangga agar tidak melengkung.

pengecekan barang yang datang dari ekspedisi sidoarjo poso via kapal

Area Penjemputan & Pengantaran

Pickup area Sidoarjo (umum)

Untuk rute ini, kami cover penjemputan area Sidoarjo sesuai kebutuhan proyek. Yang perlu kamu siapin supaya pickup lancar:

  • alamat lengkap + patokan,
  • jam siap muat,
  • akses kendaraan (apakah masuk truk besar atau perlu penyesuaian).

Kalau barangnya multi-item dari beberapa titik, bisa juga dibuat jadwal pickup supaya nggak ada barang “ketinggalan” di supplier.

Pengantaran area Poso (umum)

Untuk Poso, kita bisa atur skema pengantaran sesuai kebutuhan:

  • drop point yang disepakati, atau
  • koordinasi pengantaran ke titik penerima (menyesuaikan kondisi proyek).

Yang penting buat tim proyek: dari awal jelas PIC penerima, jam bongkar, dan kalau butuh alat bantu (hand pallet, forklift, atau tenaga angkut), disiapkan sesuai kondisi lokasi.

Koordinasi bongkar: apa yang perlu disiapkan tim proyek

Biar bongkar di Poso nggak jadi drama, minimal siapkan:

  • PIC penerima yang pegang komunikasi,
  • ruang bongkar yang aman,
  • alat bantu (kalau barang berat/palet),
  • dan checklist item (khusus multi-item seperti fitting/valve/bearing).

Ini kelihatannya sepele, tapi efeknya besar: mencegah “barang ada tapi belum ketemu” karena tercampur tanpa label.

Proses Pengiriman dari Ekspedisi Sidoarjo Poso (Step-by-Step)

1) Order & konsultasi data barang (biar ongkir nggak “loncat” di tengah)

Untuk kasus proyek, cara tercepat dapat hitungan yang masuk akal adalah kirim data ini:

  • Daftar barang (jenis + jumlah)
  • Perkiraan ukuran untuk item besar (panel/pompa/palet/peti/pipa)
  • Foto barang dan cara packing yang diinginkan (dus/palet/peti)
  • Alamat pickup di Sidoarjo + jam siap muat
  • Alamat tujuan Poso + PIC penerima + jam bongkar (atau drop point)

Kalau kamu belum punya ukuran lengkap, nggak masalah. Minimal kirim:

  • ukuran 3–5 item terbesar, karena itu yang paling mempengaruhi space muatan,
  • sisanya nanti dikunci setelah proses ukur/timbang.

Di sini keuntungan “respon cepat” itu kepake: begitu data awal masuk, tim bisa bantu rapikan estimasi dan kasih saran apakah lebih baik gabung 1 kali jalan atau split 2 batch.

2) Penjemputan (pickup) di Sidoarjo

Karena kamu menargetkan area Sidoarjo umum, pola pickup biasanya begini:

  • tim konfirmasi jam & akses lokasi (bisa truk besar atau perlu penyesuaian),
  • barang dicek kondisi awal (biar catatan jelas),
  • untuk multi-item, dicek label per kelompok (contoh: “kabel roll batch A”, “fitting valve box 1–3”).

Kalau barang proyekmu datang dari beberapa supplier, paling aman dibuat:

  • jadwal pickup (hari/jam tiap titik),
  • dan rekap item supaya tidak ada yang “ketinggalan di gudang supplier”.

3) Timbang & ukur: titik yang menentukan ongkir proyek

Ini bagian yang sering bikin orang merasa “kok ongkir berubah”. Biar fair dan jelas, titik ukur/timbang dipakai untuk:

  • memastikan berat aktual,
  • memastikan volume untuk item yang makan tempat.

Karena kamu punya patokan tarif Rp7.000/kg dan minimum 50 kg, barang proyek campuran umumnya langsung lewat minimum. Yang perlu kita jaga adalah: jangan sampai item ringan tapi besar bikin muatan jadi tidak efisien tanpa kamu sadari.

Praktik rapi untuk multi-item:

  • kelompokkan item berdasarkan jenis/risiko (misal part mesin jangan campur dengan keramik),
  • catat jumlah unit per kelompok,
  • fotokan sebelum loading (jadi bukti kondisi dan jumlah).

4) Packing & handling (sesuaikan karakter barang)

Di PART 1 kita bahas opsi packing. Di proses nyata, rule-of-thumb-nya:

  • Peti kayu dipakai kalau barang sensitif atau bentuknya gampang penyok/pecah (contoh panel listrik yang finishing-nya harus mulus).
  • Palet + strap + wrapping untuk barang yang perlu stabil tapi masih efisien space (misal pompa/panel tertentu).
  • Bundling pipa wajib rapi (ikat & label), karena pipa yang “liar” itu sumber masalah saat bongkar.
  • Box kecil (fitting/bearing) harus jelas labelnya dan jangan dicampur asal.

Khusus proyek, packing yang rapi itu bukan cuma “aman”, tapi hemat waktu bongkar karena item mudah dicocokkan dengan checklist.

5) Loading & keberangkatan (jadwal 2x seminggu)

Dengan jadwal 2x seminggu, biasanya ada dua strategi:

  • Strategi A (sekali jalan): semua item ditunggu lengkap, lalu berangkat bareng. Cocok kalau timeline longgar dan gudangmu siap tampung.
  • Strategi B (split batch): item kunci berangkat dulu (panel utama/pompa/valve penting), sisanya menyusul. Cocok kalau proyek kejar pemasangan.

Untuk proyek, strategi split sering lebih “menyelamatkan” timeline, karena pekerjaan bisa jalan tanpa menunggu barang minor lengkap.

6) Estimasi 10–12 hari: cara baca estimasi yang benar

Estimasi 10–12 hari itu paling aman dipakai sebagai:

  • patokan koordinasi tim Poso untuk jadwal bongkar,
  • dan buffer untuk jadwal pemasangan.

Kalau proyek kamu super ketat, biasanya yang bikin molor bukan kapal doang, tapi:

  • barang belum siap saat jadwal pickup,
  • packing belum beres,
  • PIC penerima di Poso tidak standby.

Makanya workflow di atas penting: yang bisa kamu kontrol, kita kunci dari awal.

hubungi admin kami makharya cargo

Tracking: Website + Update WhatsApp (yang enak buat tim proyek)

Di proyek, tracking yang “berguna” itu bukan cuma “barang masih di perjalanan”. Yang dibutuhkan biasanya:

  • status terbaru,
  • estimasi kedatangan,
  • dan info kalau ada perubahan alur.

Di Makharya Cargo, tracking bisa:

  • dicek via website (untuk admin yang butuh pantau cepat),
  • dan bisa dapat update via WhatsApp (untuk tim lapangan yang butuh info ringkas).

Format update WA yang biasanya paling kepake untuk proyek:

  • Status: “sudah pickup / proses packing / loading / berangkat / proses pengantaran”
  • Ringkas jumlah item (misal: “8 koli + 2 palet + 1 bundel pipa”)
  • Catatan handling (misal: “panel dipeti”, “keramik di packing aman”)

Dengan format begini, tim proyek nggak perlu chat bolak-balik “udah sampai mana?” tiap hari, karena informasinya sudah rapi.

Barang yang Tidak Bisa Dikirim (biar nggak ketahan)

Ini penting disisipkan sejak awal supaya proses nggak mentok di tengah:

  • Barang mudah terbakar: contoh umum seperti bahan bakar, thinner, cat tertentu yang masuk kategori berbahaya, aerosol/gas bertekanan, dan sejenisnya.
  • Barang ilegal: barang yang dilarang aturan atau tidak jelas asal-usulnya.

Kalau kamu ragu item tertentu termasuk kategori risk, cara amannya: kirim list barang dulu. Lebih baik kita cek dari awal daripada barang sudah terlanjur dijemput lalu tertahan.

Keunggulan Makharya Cargo untuk Rute Proyek Sidoarjo Poso

1) Respon cepat (penting saat item list berubah)

Di proyek, daftar barang bisa berubah 1–2 hari sebelum pickup: ada tambahan fitting, ada valve yang menyusul, atau panel datang telat. Yang bikin proses tetap jalan adalah respon yang cepat untuk:

  • revisi data barang,
  • penyesuaian jadwal pickup,
  • dan keputusan split batch kalau memang harus.

2) Tracking via website + update WhatsApp (dua jalur, beda kebutuhan)

Biasanya admin kantor suka cek via website, sementara tim lapangan butuh update WA yang ringkas. Dua jalur ini bikin koordinasi lebih tenang karena masing-masing tim dapat info sesuai kebutuhannya.

Kiriman Proyek Campuran Sidoarjo Poso (Multi-Item, Multi-Handling)

Bayangin kondisi yang sering kejadian di proyek:

Barang yang dikirim (campuran):

  • 1 set panel listrik (dipeti)
  • beberapa kabel roll (berbeda ukuran)
  • unit lampu PJU (butuh pelindung)
  • pipa & fitting (pipa panjang + fitting kecil-kecil)
  • valve & pompa
  • part mesin: gearbox, bearing
  • tambahan material interior (plafon + keramik)

Masalah awal (pain point yang kamu pilih):

  1. Bingung hitung ongkir karena item campur: ada yang berat, ada yang besar, ada yang rentan pecah.
  2. Koordinasi pickup & bongkar di Poso: takut barang datang tapi penerima belum siap, atau item kecil hilang di bongkaran.

Solusi yang dipakai (workflow rapi):

  • Dari awal dibuat item list per kategori:
    • Elektrikal: panel + kabel roll + lampu PJU
    • Mekanikal: pipa/valve/pompa
    • Part mesin: gearbox/bearing (dipisah & diberi label)
    • Interior: plafon/keramik (packing khusus)
  • Untuk hitungan ongkir, tim fokus dulu ke item paling besar:
    • panel dalam peti ? volume naik tapi aman
    • pipa panjang ? butuh bundling rapi supaya space tidak liar
    • keramik ? packing aman agar tidak retak (hindari klaim/ulang kirim)
  • Pickup dilakukan setelah PIC memastikan:
    • barang sudah siap muat,
    • akses lokasi aman,
    • dan semua box kecil (fitting/bearing) sudah diberi label.

Hasil yang dicari proyek (bukan sekadar “sampai”):

  • Ongkir lebih mudah dikontrol karena hitungan dari awal sudah mengacu pada pola muatan (berat vs volume).
  • Bongkar di Poso lebih cepat karena item sudah dikelompokkan dan labelnya jelas.
  • Tim proyek bisa mulai kerja dari item kunci lebih dulu kalau pakai skema split batch.

Studi kasus seperti ini yang biasanya bikin pengiriman proyek terasa “enak”: bukan karena tanpa masalah, tapi karena dari awal sudah disiapkan sistemnya.

bongkar muat barang dari ekspedisi sidoarjo poso bersama makharya cargo

Referensi Resmi untuk Perencanaan Pengiriman Laut Sidoarjo Poso (Pelabuhan, Cuaca Maritim, Regulasi & DG Cargo)

1) Operator & Manajemen Operasional Pelabuhan

Untuk pengaturan layanan kepelabuhanan—mulai dari operasional terminal, alur bongkar-muat, sampai dukungan layanan pelabuhan—Indonesia memiliki operator pelabuhan nasional yang menangani banyak aktivitas pelabuhan strategis. Karena itu, pengiriman cargo laut umumnya mengikuti alur operasional dan ketentuan layanan yang berlaku di pelabuhan terkait.

2) Referensi Resmi Cuaca, Angin, dan Gelombang Laut

Perjalanan cargo via laut sangat dipengaruhi kondisi angin dan tinggi gelombang. Untuk memantau prakiraan maritim resmi (gelombang, angin, dan info perairan/pelabuhan), rujukan paling aman adalah kanal khusus cuaca maritim milik BMKG yang diperbarui berkala.

3) Regulasi & Keselamatan Transportasi Laut

Standar keselamatan pelayaran, ketentuan operasional angkutan laut, serta pengawasan aspek-aspek kepelabuhanan berada dalam ranah Kementerian Perhubungan melalui unit kemaritiman. Jika kamu butuh rujukan kebijakan/layanan kemaritiman, portal resmi Kemenhub bisa dipakai sebagai titik awal.

4) Pedoman Barang Berbahaya (DG Cargo) untuk Jalur Laut

Untuk pengiriman muatan yang masuk kategori dangerous goods (DG), acuan global yang paling umum dipakai di transportasi laut adalah IMDG Code dari International Maritime Organization (IMO), yang mengatur klasifikasi, kemasan, pelabelan, stowage, dan segregasi muatan berbahaya.

5) Informasi Umum Wilayah Tujuan (Poso)

Poso adalah wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pusat pemerintahan di Kota Poso dan memiliki peran penting sebagai salah satu area aktivitas ekonomi di wilayahnya. Untuk rujukan informasi daerah tujuan, kamu bisa merujuk ke situs resmi Pemerintah Kabupaten Poso.

 

Rute Alternatif untuk Pengadaan Proyek dari Surabaya (Makassar, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo)

  1. Ekspedisi Surabaya – Makassar

Kalau kamu juga punya pengiriman reguler jalur Sulawesi Selatan, lihat layanan ekspedisi Surabaya ke Makassar untuk opsi cargo laut dan pengaturan penjemputan.

  1. Ekspedisi Surabaya – Palu

Untuk kebutuhan proyek atau distribusi barang ke Sulawesi Tengah, kamu bisa cek detail rute ekspedisi Surabaya ke Palu sebagai referensi tarif, estimasi, dan alur pengiriman.

  1. Ekspedisi Surabaya – Kendari

Jika tujuan barangmu mengarah ke Sulawesi Tenggara (termasuk kebutuhan site dan material), silakan baca halaman ekspedisi Surabaya ke Kendari agar kamu punya gambaran skema pengiriman dan penanganannya.

  1. Ekspedisi Surabaya – Manado

Untuk pengiriman ke Sulawesi Utara, terutama muatan campuran dan barang volume, kamu bisa lanjut ke ekspedisi Surabaya ke Manado untuk melihat opsi layanan dan tracking-nya.

  1. Ekspedisi Surabaya – Gorontalo

Kalau proyekmu ada pengiriman lanjutan ke area Gorontalo, tersedia juga rute ekspedisi Surabaya ke Gorontalo yang bisa kamu jadikan rujukan sebelum jadwal pickup dikunci.

 

 

Khusus Sidoarjo ? Poso, Sudut Pandang Proyek

1) Tarif Rp7.000 itu dihitung per kg atau bisa berubah karena volume?

Patokan tarifnya Rp7.000/kg, tapi untuk kiriman proyek yang itemnya besar dan makan tempat, perhitungan bisa mempertimbangkan volume/kubikasi. Makanya kami minta minimal ukuran item terbesar + foto, supaya hitungannya realistis sejak awal dan tidak “kaget” di tengah proses.

2) Minimum 50 kg itu wajib? Kalau barang proyek di bawah itu gimana?

Untuk rute ini, minimum pengiriman 50 kg. Kalau barangmu di bawah itu, biasanya ada opsi digabung dengan item lain (kalau memang ada tambahan kiriman) atau menyesuaikan skema pengiriman supaya tetap efisien. Tim akan bantu arahkan opsi yang paling masuk akal buat kebutuhan proyekmu.

3) Estimasi 10–12 hari dihitung dari kapan?

Estimasi 10–12 hari umumnya dihitung setelah proses pickup–ukur/timbang–loading dan barang masuk alur keberangkatan sesuai jadwal (2x seminggu). Supaya estimasinya “kena”, pastikan barang sudah siap saat pickup dan PIC penerima di Poso sudah siap jadwal bongkar.

4) Jadwal 2x seminggu, lebih aman kirim kapan biar nggak ketinggalan?

Untuk proyek, paling aman kamu kirim data barang (item list + ukuran item besar) lebih dulu, lalu jadwalkan pickup sebelum hari keberangkatan. Kalau proyek mepet, kami biasanya sarankan split batch: item kunci berangkat dulu, sisanya menyusul.

5) Bisa jemput barang proyek di area Sidoarjo (umum) tanpa harus antar ke gudang?

Bisa. Untuk rute Sidoarjo ? Poso, penjemputan bisa diatur sesuai alamat dan akses kendaraan. Yang kami butuhkan: alamat lengkap, patokan, jam siap muat, dan PIC yang standby di lokasi.

6) Pengantaran di Poso bisa sampai lokasi proyek atau hanya drop point?

Bisa disesuaikan kebutuhan. Untuk pengantaran area Poso (umum), kamu bisa pilih skema drop point atau koordinasi pengantaran ke titik penerima. Yang penting: PIC penerima, jadwal bongkar, dan kesiapan area bongkar.

7) Barang proyek saya campuran: panel listrik + kabel roll + pipa + valve/pompa + part mesin. Cara hitung ongkirnya gimana biar jelas?

Kuncinya: kelompokkan item dan kunci dulu item paling besar/berat (panel dalam peti/palet, pipa bundel, keramik/plafon kalau ikut). Setelah itu kami hitungkan berdasarkan pola muatan (berat vs volume) supaya estimasi ongkir stabil dan bisa kamu pakai untuk budgeting proyek.

8) Packing seperti peti kayu atau palet bisa dibantu?

Bisa diarahkan sesuai jenis barang. Panel listrik dan barang sensitif umumnya lebih aman dengan peti/palet + strap/wrapping. Untuk fitting kecil, valve, bearing—kami sarankan box/koli terpisah dan label jelas agar tidak hilang saat bongkar.

9) Ada tracking? Tim proyek saya butuh update yang gampang diteruskan ke lapangan.

Ada. Kamu bisa tracking via website, dan untuk tim lapangan biasanya lebih enak dapat update status via WhatsApp (ringkas, jelas statusnya: pickup/proses/loading/berangkat/delivery).

10) Barang apa saja yang tidak bisa dikirim lewat cargo?

Secara umum kami tidak menerima barang mudah terbakar/berbahaya (misalnya cairan tertentu, aerosol/gas bertekanan, dan sejenisnya) serta barang ilegal. Kalau kamu ragu, kirim list barang dulu—lebih aman dicek di awal daripada tertahan di proses.

11) Apa saja data yang harus disiapkan supaya prosesnya cepat dan ongkirnya nggak meleset?

Siapkan:

  1. Item list (jenis + jumlah, lebih rapi kalau per kategori)
  2. Ukuran item terbesar (P x L x T) atau foto dengan patokan ukuran
  3. Alamat pickup Sidoarjo + jam siap muat
  4. Alamat tujuan Poso + PIC penerima + jadwal bongkar
  5. Info packing (dus/palet/peti) bila ada

Dengan data itu, tim bisa respon cepat dan kamu dapat estimasi ongkir yang lebih akurat untuk barang multi-item.

CTA WhatsApp Final (Siap Tempel di Landing Page)

Butuh cargo laut Sidoarjo ? Poso untuk barang proyek?
Kirim data barangmu sekarang biar hitungan ongkirnya jelas (multi-item, besar/berat) dan jadwalnya bisa dikunci.

[njwa_button id=”16320″]

[njwa_button id=”16319″]

[njwa_button id=”16316″]