
Bagi pelaku UMKM di Sidoarjo, mengirim barang dari Ekspedisi Sidoarjo Putussibau sering kali bukan soal harga murah saja. Masalah terbesarnya justru muncul sejak awal: tidak banyak ekspedisi yang benar-benar mau mengambil rute ini.
Putussibau bukan kota transit besar, bukan jalur utama distribusi nasional, dan tidak semua cargo laut punya jaringan yang siap melayani wilayah ini secara rutin.
Akibatnya, UMKM sering mengalami:
Makharya Cargo memahami kondisi ini karena rute seperti Sidoarjo Putussibau memang butuh penanganan khusus, bukan sekadar lempar ke kapal lalu selesai.
Sebagai perusahaan ekspedisi cargo laut dengan kantor pusat dan operasional berbasis Surabaya, Makharya Cargo sudah terbiasa menangani pengiriman ke wilayah Kalimantan Barat yang tidak semua ekspedisi berani ambil. Termasuk Putussibau yang membutuhkan perencanaan rute, jadwal kapal, dan penanganan barang yang tepat sejak awal.
Salah satu pertanyaan paling sering dari UMKM adalah:
“Ongkir ke Putussibau berapa, dan berapa lama sampai?”
Di lapangan, pengiriman ke Putussibau tidak bisa disamakan dengan kota besar seperti Pontianak atau Balikpapan. Ada proses lanjutan setelah kapal sandar, dan ini yang sering tidak dijelaskan oleh ekspedisi lain.
Untuk pengiriman cargo laut UMKM dari Sidoarjo ke Putussibau, tarif indikatif berada di kisaran:
± Rp 11.000 / kg
Tarif ini bersifat indikatif, karena ongkir tetap dipengaruhi oleh:
Kelebihannya, tidak ada minimum berat yang kaku, sehingga UMKM dengan kiriman kecil sampai menengah tetap bisa jalan tanpa harus “dipaksa” memenuhi tonase tertentu.
Estimasi ini dihitung secara realistis, termasuk proses bongkar muat dan distribusi lanjutan menuju Putussibau. Bukan janji manis, tapi estimasi yang memang biasa terjadi di lapangan.

Rute Sidoarjo Putussibau didominasi oleh barang UMKM campuran, bukan satu jenis barang saja. Di sinilah pengalaman ekspedisi sangat berpengaruh.
Dalam satu kali pengiriman, UMKM biasanya mengirim kombinasi:
Barang-barang ini tidak bisa diperlakukan sama. Karton butuh perlindungan dari lembab, sementara karung perlu penguatan agar tidak sobek selama bongkar muat.
Kekhawatiran barang basah itu wajar. Pengiriman laut memiliki tingkat kelembaban tinggi, terutama jika packing asal-asalan.
Di Makharya Cargo, sebelum barang berangkat:
Pendekatan ini penting agar barang UMKM sampai di Putussibau tetap layak jual, bukan sekadar sampai tujuan.
Untuk menjaga keamanan bersama, Makharya Cargo tidak menerima:
Jika UMKM ragu dengan jenis barangnya, tim kami akan bantu cek dari awal, supaya tidak ada masalah di tengah jalan.
UMKM di Sidoarjo tidak perlu repot mengantar barang ke gudang jauh.
Makharya Cargo melayani penjemputan langsung dari:
Ini penting untuk UMKM yang waktunya terbatas dan tidak punya armada sendiri.
Setelah tiba di Kalimantan Barat, barang diteruskan hingga:
Bukan sekadar “sampai Kalbar”, tapi benar-benar sampai Putussibau sesuai tujuan.

Setiap pengiriman dimulai dari diskusi.
UMKM bisa menjelaskan:
Pendekatan ini membuat pengiriman lebih aman dan minim kejutan di tengah jalan.
Setelah sepakat:
UMKM tidak dibiarkan menebak-nebak posisi barang.
Status pengiriman bisa dipantau melalui:
Komunikasi aktif ini penting, terutama untuk rute non-utama seperti Putussibau.
Untuk rute seperti Sidoarjo Putussibau, keunggulan ekspedisi tidak bisa sekadar klaim cepat atau murah. Yang paling dibutuhkan UMKM justru komunikasi yang nyambung dan informasi posisi barang yang jelas.
Di sinilah Makharya Cargo berbeda.
Banyak UMKM mengalami kejadian seperti ini:
barang sudah siap, tapi ekspedisi baru bertanya detail saat barang sudah di gudang. Akhirnya muncul biaya tambahan atau bahkan penolakan.
Di Makharya Cargo, prosesnya dibalik.
Sebelum barang dijemput:
Untuk rute Putussibau yang tidak umum, diskusi ini penting agar UMKM tidak salah ekspektasi. Tim kami terbiasa menghadapi kondisi lapangan yang berbeda-beda, sehingga solusi bisa disesuaikan, bukan dipaksakan.
Masalah klasik UMKM saat kirim ke daerah non-transit adalah tidak tahu barang sudah sampai mana.
Makharya Cargo mengatasi ini dengan sistem tracking yang transparan:
Bukan hanya “sudah berangkat” atau “sudah sampai”, tapi update yang relevan dengan kondisi aktual pengiriman. Ini membuat UMKM lebih tenang dan bisa memberi informasi ke pelanggan mereka sendiri.
Bagian ini penting karena rute Sidoarjo Putussibau tidak bisa disamakan dengan kota besar.
Seorang pelaku UMKM di Sidoarjo mengirim barang campuran, terdiri dari:
Total kiriman tidak besar, tapi bervariasi bentuk dan kemasannya. Kekhawatiran utama pemilik usaha adalah:
Putussibau bukan kota pelabuhan besar. Setelah kapal sandar, masih ada proses lanjutan menuju kota tujuan. Jika barang tidak tertata rapi sejak awal, risiko kerusakan akan meningkat.
Karena itu, barang tidak langsung diberangkatkan tanpa pengecekan.
Tim Makharya Cargo melakukan:
Selama proses pengiriman:
Barang tiba di Putussibau dalam kondisi:
Bagi UMKM, hasil ini penting karena barang langsung bisa dijual, tanpa kerugian tambahan akibat kerusakan.
Pengelolaan kegiatan kepelabuhanan nasional, termasuk bongkar muat dan operasional terminal, berada di bawah Pelindo sebagai operator pelabuhan Indonesia.
Data prakiraan cuaca, angin, dan tinggi gelombang laut untuk pengiriman cargo dapat dipantau melalui BMKG.
Aturan keselamatan pelayaran dan pengawasan transportasi laut di Indonesia berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.
Pedoman internasional pengangkutan barang berbahaya via laut mengacu pada standar yang ditetapkan oleh International Maritime Organization.
Gambaran wilayah, administrasi, dan peran ekonomi Putussibau dapat dilihat melalui sumber ensiklopedia terbuka.
1?? Surabaya ? Makassar
Selain melayani rute ke Putussibau, Makharya Cargo juga menangani jalur distribusi utama Sulawesi melalui layanan ekspedisi Surabaya ke Makassar untuk kebutuhan cargo laut UMKM dan pengiriman volume besar.
2?? Surabaya ? Palu
Untuk pengiriman ke wilayah Sulawesi Tengah, Makharya Cargo memiliki pengalaman di rute ekspedisi Surabaya ke Palu, yang sering digunakan UMKM untuk distribusi barang campuran dan kebutuhan toko.
3?? Surabaya ? Kendari
Rute Indonesia Timur lainnya yang rutin ditangani adalah ekspedisi Surabaya ke Kendari, khususnya untuk pengiriman barang dagangan, kemasan, dan kebutuhan usaha skala menengah.
4?? Surabaya ? Manado
Bagi pelaku usaha yang memiliki jaringan ke Sulawesi Utara, tersedia juga layanan ekspedisi Surabaya ke Manado dengan skema cargo laut yang disesuaikan dengan karakter barang UMKM.
5?? Surabaya ? Gorontalo
Selain kota besar, Makharya Cargo juga melayani wilayah yang tidak selalu menjadi jalur utama, seperti ekspedisi Surabaya ke Gorontalo, dengan pendekatan pengiriman yang fleksibel dan terencana.
Ya. Putussibau termasuk rute yang memang kami tangani, bukan sekadar dititipkan ke pihak lain tanpa kontrol.
Tarif indikatif sekitar Rp 11.000/kg, tergantung jenis dan volume barang.
Tidak ada minimum berat yang kaku. UMKM dengan kiriman kecil tetap bisa dilayani.
Estimasi normal 8–10 hari, tergantung jadwal kapal dan kondisi lapangan.
Bisa. Kami melayani penjemputan langsung di seluruh wilayah Sidoarjo.
Barang UMKM seperti sembako kering, makanan kemasan, plastik, hingga perlengkapan toko ringan.
Bisa dikirim, dengan penanganan dan penataan yang disesuaikan agar aman.
Kami melakukan antisipasi packing dan penataan, namun diskusi awal sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Melalui tracking website dan update status via WhatsApp.
Ya. Kantor pusat dan operasional Makharya Cargo berbasis di Surabaya, dengan legalitas perusahaan resmi.
Bisa dan justru dianjurkan, terutama untuk rute khusus seperti Putussibau.
Mengirim barang dari Sidoarjo ke Putussibau memang tidak bisa disamakan dengan rute kota besar. Dibutuhkan ekspedisi yang mau berdiskusi, memahami kondisi lapangan, dan memberi update yang jelas.
Makharya Cargo hadir untuk UMKM yang:
Tim Makharya Cargo siap bantu dari awal, sebelum barang berangkat.
Jasa Pengiriman Barang Surabaya No #1
Copyright © 2018. PT Makharya Perkasa Transindo
[njwa_button id=”16320″]
[njwa_button id=”16319″]
[njwa_button id=”16316″]