Daftar Isi

paling sering bukan telat—tapi lecet, penyok, dan “kok bisa nambah ongkir?

pengiriman Ekspedisi Sidoarjo Sigi

Kalau kamu kirim barang Ekspedisi Sidoarjo Sigi dengan muatan campuran (misal mesin/part proyek bareng furniture dan barang UMKM), tantangan terbesarnya biasanya bukan “bisa dikirim atau tidak”. Hampir semua bisa jalan.

Yang bikin deg-degan itu dua hal ini:

  1. Barang rawan rusak karena packing kurang tepat
    Mesin yang berat itu kuat, tapi sudutnya bisa penyok kalau “main tumpuk”. Furniture itu kelihatannya sederhana, tapi finishing-nya gampang baret. Kardus makanan kering bisa penyok atau lembab kalau ketemu titik rawan.
  2. Salah hitung ongkir karena bingung kg vs kubik (m³)
    Ada barang yang beratnya kecil tapi makan tempat. Ada yang berat banget tapi volumenya kecil. Kalau salah cara hitung dari awal, customer sering kaget di akhir: “Lho kok beda?”

Di MAKHARYA CARGO, rute Sidoarjo ? Sigi biasanya kita mulai dari pengecekan sederhana: barangnya apa, dimensinya berapa, dan butuh packing apa. Dari situ baru ongkirnya ketemu—nggak pakai tebak-tebakan.
Operasional dan legalitas kami berbasis Surabaya (kantor pusat Surabaya), jadi untuk jalur laut pengiriman rute ini umumnya dikonsolidasikan lewat Surabaya sebelum berangkat ke Sulawesi Tengah. Untuk update perjalanan, kamu bisa tracking via website dan kita bantu update status via WhatsApp biar kontrolnya enak.

Catatan penting: Kami tidak menerima pengiriman barang mudah terbakar (contoh: cairan/kimia tertentu, gas bertekanan, sejenisnya) dan barang ilegal. Kalau kamu ragu barangmu masuk kategori aman atau tidak, tinggal sebut jenis barangnya—biar kita cek dulu sebelum pickup.

Tarif & Estimasi Pengiriman Ekspedisi Sidoarjo Sigi

Untuk patokan awal (biar kamu punya pegangan), rute ini umumnya berjalan dengan acuan berikut:

  • Tarif mulai: Rp6.500/kg
  • Minimum: 50 kg
  • Estimasi: 10–12 hari (tergantung antre muat, cuaca, dan alur bongkar)
  • Jadwal: 2 kali dalam seminggu

Yang perlu dicatat: angka di atas adalah patokan awal untuk rute, bukan “harga saklek untuk semua barang”. Karena ongkir cargo laut tidak hanya soal berat—seringnya ditentukan oleh mana yang lebih besar antara berat aktual (kg) atau volume (kubik/m³).

Cara hitung ongkir yang benar: “kg” atau “kubik” dulu yang dipakai?

Di lapangan, penghitungan cargo biasanya pakai prinsip sederhana:

  • Kalau barang berat dan padat (misal besi, part mesin kecil tapi berat), biasanya dihitung dominan kg.
  • Kalau barang ringan tapi makan tempat (misal sofa, bantal display, barang paket dalam kardus besar tapi ringan), biasanya dihitung dominan volume (m³/kubik).

Konversi umum yang sering dipakai di cargo (tergantung kebijakan armada/mitra) adalah 1 m³ ? 250 kg.
Artinya: volume barang (m³) bisa “dianggap” setara berat tertentu untuk kepentingan perhitungan ongkir. Ini membantu supaya ongkir adil, karena ruang di kapal juga “bernilai”.

Supaya aman, di awal kamu cukup siapkan: berat perkiraan + ukuran (panjang × lebar × tinggi). Nanti kita bantu hitungkan mana yang dipakai.

Rumus cepat kubik (m³)

Kalau ukuran dalam meter:

Kubik (m³) = P × L × T

Contoh: barang 1,2 m × 0,8 m × 0,7 m
= 0,672 m³

Kalau ukuran dalam cm:

Kubik (m³) = (P × L × T) / 1.000.000

Contoh: 120 cm × 80 cm × 70 cm
= 672.000 / 1.000.000
= 0,672 m³

Simulasi hitung ongkir: 2 skenario yang sering kejadian

Skenario A — Barang “berat tapi kecil” (biasanya menang di kg)

Misal part mesin 1 peti:

  • Ukuran peti: 60 × 50 × 50 cm ? 0,15 m³
  • Berat aktual: 120 kg

Kalau konversi 1 m³ = 250 kg, maka 0,15 m³ ? 37,5 kg (setara volume).
Karena berat aktual 120 kg lebih besar, maka ongkir biasanya pakai kg.

Perkiraan ongkir: 120 kg × Rp6.500 = Rp780.000

Skenario B — Barang “ringan tapi makan tempat” (biasanya menang di kubik)

Misal furniture 1 item:

  • Ukuran: 200 × 80 × 60 cm ? 0,96 m³
  • Berat aktual: 45 kg

0,96 m³ setara 240 kg (kalau 1 m³ = 250 kg).
Karena setara volume (240 kg) lebih besar dari 45 kg, ongkir biasanya pakai volume/kubik (atau setara kilogram volumetrik).

Perkiraan ongkir setara: 240 kg × Rp6.500 = Rp1.560.000

Ini alasan kenapa di rute seperti Sidoarjo ? Sigi, customer yang kirim campuran sering “baru paham” setelah kita hitungkan. Bukan mahal-mahalin, tapi memang karakter barangnya beda.

Faktor yang bikin tarif berubah (biar nggak kaget di akhir)

Selain hitungan kg/kubik, ongkir bisa bergerak karena:

  • Butuh packing kayu / peti (terutama mesin/part proyek tertentu, atau furniture finishing rawan baret)
  • Barang fragile/bernilai yang butuh perlindungan ekstra
  • Akses lokasi pickup Sidoarjo dan akses tujuan di Sigi (alamat proyek/daerah tertentu)
  • Kebutuhan door to door atau cukup port-to-port/terminal-to-terminal
  • Musim ramai (antrean muat & bongkar)

Supaya hitungannya nggak meleset, kirimkan sejak awal ukuran tiap item dan jenis barangnya—biar kami cek kg vs kubik dan opsi packing yang paling aman.

Aturan Packing Cargo Campuran ke Sigi: cara kami mengamankan mesin proyek, furnitur, material bangunan, sampai kardus UMKM

Ekspedisi Sidoarjo Sigi murah & cepat

Kalau tujuanmu anti-rusak, kuncinya bukan “packing tebal”. Kuncinya: packing yang tepat sesuai karakter barang. Karena tebal pun kalau salah—tetap bisa penyok, tetap bisa baret.

Di rute Sidoarjo ke Sigi, berikut praktik yang sering kita sarankan (dan ini juga yang bikin pengiriman campuran lebih aman saat proses muat-bongkar).

1) Mesin / part proyek — jangan cuma bubble, tapi kunci di struktur

Masalah paling sering: part mesin “geser” di dalam, sudut peti ketekan, atau barang berat ketemu barang finishing.

Saran packing:

  • Untuk part mesin/komponen bernilai atau bentuknya tidak beraturan: packing kayu (peti) lebih aman dibanding sekadar bubble.
  • Tambahkan ganjal/penahan (foam pad atau kayu pengunci) supaya barang tidak bergerak saat guncangan.
  • Sudut peti diperkuat, dan bagian yang rawan benturan diberi buffer.
  • Label arah posisi (atas/bawah) kalau ada bagian yang tidak boleh dibalik.

Catatan lapangan: part berat yang “kelihatan kuat” justru sering lecet di sudut atau patah di bagian kecil (bracket/connector) karena guncangan kecil tapi berulang.

2) Furniture — risiko paling sering: finishing tergores dan sudut tertekan saat handling

Masalah paling sering: baret halus di finishing, sudut penyok, atau kaki furniture patah karena tertindih.

Saran packing:

  • Minimal: bubble wrap + foam sudut (corner protector) + stretch wrapping supaya lapisan tidak mudah lepas.
  • Untuk finishing glossy / furniture display: pertimbangkan packing kayu (terutama kalau barangnya tinggi, mudah goyang, dan kamu tidak mau ada “minor scratch”).
  • Kaki/meja/handle sebaiknya diamankan: dibungkus khusus atau dilepas bila memungkinkan.

Tip sederhana: sudut itu titik paling sering kena. Kalau sudut aman, 80% risiko baret/penyok turun.

3) Bahan bangunan — berat, tapi jangan bikin barang lain jadi korban

Kategori bahan bangunan itu luas. Yang paling sering dikirim bareng cargo campuran biasanya: fitting, aksesoris, part instalasi, keramik tertentu, atau peralatan bangunan.

Saran packing:

  • Barang berat sebaiknya diposisikan di bawah, dan bila perlu gunakan pallet + strapping (ikat) supaya tidak “jalan”.
  • Untuk yang rawan pecah (misal keramik/aksesori rapuh): gunakan kardus tebal + sekat, atau peti sesuai kebutuhan.
  • Jangan campur bahan bangunan yang “tajam” tanpa pelindung, karena bisa menggores barang UMKM/furniture.

4) Makanan kering & barang UMKM — jaga bentuk kardus dan kelembapan

Masalah paling sering: kardus penyok, isi remuk, atau lembab (terutama kalau packing tipis dan ketemu titik transit).

Saran packing:

  • Kardus dobel + inner plastik (untuk lapis lembab)
  • Tambah wrapping biar kardus tidak mudah sobek
  • Kalau produk rawan pecah (keripik/toples): gunakan sekat/bubble per item

Untuk UMKM, detail kecil ini kerasa banget. Barang sampai rapi, customer kamu juga senang.

Catatan barang yang tidak bisa dikirim (biar aman dari awal)

Demi keselamatan dan kepatuhan:

  • Barang mudah terbakar (bahan bakar, gas tertentu, cairan kimia tertentu, aerosol tertentu) tidak bisa kita proses via jalur cargo umum.
  • Barang ilegal jelas tidak bisa dikirim.

Kalau barangmu “abu-abu” atau kamu ragu kategorinya, sebutkan jenisnya saja—nanti kita arahkan opsi aman atau kita tolak dari awal (lebih baik stop di awal daripada masalah di tengah jalan).

Area Penjemputan & Pengantaran (Sidoarjo ? Sigi)

Kalau kamu sudah pernah kirim cargo antarpulau, kamu pasti paham: ongkir itu penting, tapi alur pickup dan pengantaran sering jadi penentu lancar atau tidaknya pengiriman. Apalagi untuk barang campuran—mesin/part proyek bisa butuh penanganan lebih, furniture butuh ruang, UMKM butuh rapi.

Di rute Sidoarjo ? Sigi, sistemnya kita buat fleksibel:

Pickup dari Sidoarjo

Secara umum, penjemputan bisa dari:

  • Gudang / toko / rumah produksi UMKM
  • Lokasi proyek
  • Ruko distributor
  • Drop-off ke titik konsolidasi (kalau kamu mau lebih hemat)

Karena basis operasional dan legalitas MAKHARYA CARGO berbasis Surabaya, untuk jalur laut rute ini biasanya akan masuk alur konsolidasi Surabaya terlebih dulu sebelum diberangkatkan via kapal. Ini normal di praktik ekspedisi laut, karena Surabaya adalah salah satu simpul utama pengiriman ke Indonesia Timur.

Yang penting untuk pickup:

  • Siapkan barang sudah “siap angkat” (atau info kalau butuh bantuan handling)
  • Cantumkan alamat lengkap + patokan (gang sempit, akses truk, jam buka gudang)
  • Kalau barang campuran, sebutkan itemnya satu per satu (biar handling-nya tidak asal tumpuk)

Pengantaran ke Sigi

Untuk tujuan Sigi, opsi pengantaran umumnya:

  • Door to door (barang diantar ke alamat tujuan)
  • Terminal/agen (ambil di titik yang disepakati, cocok kalau alamat proyek terpencil atau butuh koordinasi di lapangan)

Sigi sendiri karakternya cukup beragam: ada area yang mudah akses, ada yang perlu penyesuaian armada dan jadwal. Karena itu, sebelum fix harga final, kita biasanya tanyakan:

  • Tujuan kecamatan/area (biar tidak salah estimasi last-mile)
  • Apakah lokasi tujuan bisa masuk mobil box/pickup
  • Jam bongkar yang diizinkan (apalagi kalau lokasi proyek/instansi)

Intinya: rute ini bisa jalan rapi kalau dari awal kita cocokkan akses. Banyak kasus “biaya tiba-tiba” bukan karena mahal, tapi karena akses lokasi tidak diinformasikan sejak awal.

Proses Pengiriman Sidoarjo ? Sigi (step-by-step yang biasanya terjadi di lapangan)

Biar kamu kebayang alurnya dan bisa kontrol timeline, ini gambaran proses yang biasa kita jalankan:

1) Konsultasi barang (wajib untuk cargo campuran)

Kamu cukup kirim data lewat WhatsApp:

  • Jenis barang (mesin/part, furniture, bahan bangunan, makanan kering, dll)
  • Perkiraan berat total
  • Ukuran per item (P × L × T)
  • Alamat pickup Sidoarjo + alamat tujuan Sigi
  • Target jadwal (biar kita cocokkan dengan keberangkatan 2x seminggu)

Di tahap ini kita pastikan dua hal penting:

  • Ongkir dihitung dari kg atau kubik (biar kamu tidak kaget)
  • Metode packing yang tepat (anti-rusak)

2) Penjemputan / drop barang

Setelah jadwal disepakati:

  • Tim pickup datang sesuai slot
  • Atau kamu bisa drop barang (kalau ingin lebih cepat/hemat)

Untuk barang berat seperti part mesin, biasanya kita sarankan:

  • Barang dipaletkan atau setidaknya mudah diangkat
  • Kalau butuh alat bantu, infokan dari awal

3) Pengecekan & packing (kalau diperlukan)

Di sinilah banyak pengiriman “selamat” dari risiko rusak.

Barang campuran itu tidak bisa diperlakukan sama. Prinsipnya:

  • Barang berat dikunci (peti kayu/pallet/strapping)
  • Barang finishing dilindungi sudutnya (foam + wrapping)
  • Barang UMKM disiapkan anti-penyok & anti-lembab

Kalau kamu mau, kita bisa bantu rekomendasi packing yang paling efisien:

  • Tidak berlebihan, tapi aman untuk rantai muat-bongkar.

4) Konsolidasi & muat kapal

Barang yang sudah siap akan masuk alur konsolidasi, lalu proses muat sesuai jadwal keberangkatan.
Di tahap ini, faktor yang bisa mempengaruhi estimasi 10–12 hari biasanya:

  • antre muat di pelabuhan,
  • cuaca,
  • antre bongkar di titik tujuan,
  • dan last-mile (pengantaran darat ke Sigi).

5) Bongkar & distribusi ke Sigi

Begitu kapal tiba, barang dibongkar dan masuk alur pengantaran darat menuju lokasi Sigi.
Di sinilah informasi alamat yang jelas sangat membantu—terutama untuk lokasi proyek atau area yang perlu koordinasi bongkar.

6) Tracking & update

Untuk rute ini, kamu dapat:

  • Tracking via website (cek status perjalanan)
  • Update via WhatsApp (kalau kamu butuh kepastian progress tanpa menebak-nebak)

Jadi bukan hanya “dikirim”, tapi kamu bisa pantau dan menyesuaikan rencana di tujuan (misal jadwal tim bongkar atau jadwal proyek).

Keunggulan MAKHARYA CARGO untuk rute Sidoarjo ? Sigi (sesuai pilihanmu)

Karena kamu memilih maksimal 2 poin, kita fokus yang paling relevan buat pengiriman campuran:

1) Respon cepat (penting saat kamu butuh keputusan packing & hitungan ongkir)

Pengiriman campuran itu sering ada “detail kecil” yang menentukan aman atau tidak:

  • mesin/part ini harus peti kayu atau cukup pallet?
  • furniture ini cukup bubble + foam sudut, atau wajib peti?
  • barang UMKM ini risk remuk atau aman di kardus dobel?

Kalau responnya lambat, biasanya keputusan mepet dan akhirnya packing seadanya. Makanya kita jaga komunikasi cepat dari awal supaya pengiriman tidak keteteran.

2) Tracking via website + update WhatsApp (biar kamu bisa kontrol jadwal)

Estimasi 10–12 hari itu bukan sekadar angka. Banyak pengirim butuh kontrol:

  • kapan barang keluar konsolidasi,
  • kapan estimasi tiba untuk siapin tim terima/bongkar,
  • kapan perlu follow-up ke penerima.

Dengan tracking + update WA, kamu tidak perlu “ngejar-ngejar kabar” setiap hari—cukup cek status, dan kalau butuh detail, tinggal tanya.

hubungi admin makharya cargo

Pengiriman Campuran (realistis): part mesin + furniture + makanan kering UMKM ke Sigi

Biar kamu dapat gambaran yang “kena” untuk rute ini, ini contoh kasus yang sering terjadi di jalur Sidoarjo ? Sigi.

Kondisi awal

Pengirim dari Sidoarjo mengirim campuran untuk kebutuhan proyek dan stok:

  • Part mesin proyek (berat, bentuk tidak beraturan)
  • Furniture display (rawan baret karena finishing)
  • Makanan kering UMKM (butuh rapi, tidak penyok)

Targetnya:

  • Barang sampai aman,
  • Tidak ada biaya “dadakan”,
  • Estimasi masih masuk 10–12 hari.

Tantangan utama

  1. Part mesin berat berisiko “menggencet” barang lain saat perjalanan
  2. Furniture rawan baret di sudut dan permukaan
  3. Kardus UMKM rawan penyok/robek kalau tertindih atau kena lembab
  4. Pengirim awalnya menghitung semuanya pakai kg, padahal furniture “makan tempat”

Solusi yang dipakai

  • Part mesin dipisahkan posisinya dan diamankan dengan peti kayu/pengunci (supaya tidak geser)
  • Furniture pakai bubble + foam sudut + wrapping, dan posisi ditata supaya tidak ketemu barang tajam/berat
  • Makanan kering UMKM pakai kardus dobel + inner plastik + wrapping untuk menjaga bentuk & kelembapan
  • Dari awal dilakukan simulasi hitung kg vs kubik, jadi pengirim paham kenapa furniture bisa dihitung volume (dan tidak kaget)

Hasil yang dicari (dan biasanya jadi “alasan repeat order”)

  • Barang sampai lebih rapi (finishing furniture tidak banyak “minor scratch”)
  • Kardus UMKM tidak penyok parah, penerima lebih mudah display/jual
  • Pengirim tidak kaget karena perhitungan ongkir sudah jelas dari awal
  • Koordinasi penerima di Sigi lebih enak karena status bisa dicek dan diupdate

kalau kamu mau ongkirnya “fix” tanpa kejutan, kuncinya 3 data ini

Rute Sidoarjo ke Sigi itu sebenarnya straightforward, asal kamu tidak melewatkan tiga data ini dari awal:

  1. Jenis barang + foto (terutama untuk mesin/part & furniture)
  2. Ukuran (P×L×T) + berat (biar hitungan kg/kubik jelas)
  3. Alamat pickup Sidoarjo + alamat tujuan Sigi (plus patokan akses)

Kalau data ini lengkap, kita bisa:

  • kasih estimasi ongkir yang masuk akal,
  • rekomendasikan packing yang tepat,
  • dan coco
  • kkan jadwal keberangkatan 2x seminggu supaya estimasi 10–12 hari lebih 

terjaga.

 

proses pengiriman Ekspedisi Sidoarjo Sigi

Referensi Eksternal Terkait Logistik, Transportasi, E-Commerce, Fulfillment, dan UMKM

  1. Untuk rujukan resmi terkait aturan, kebijakan, dan informasi transportasi laut serta aspek pendukung logistik nasional di Indonesia, kamu bisa mengacu ke situs Kementerian Perhubungan RI sebagai referensi utama.
  2. Kalau kamu butuh bacaan yang membahas perkembangan industri logistik Indonesia, tren layanan ekspedisi, serta gambaran umum rantai pasok yang sering dipakai pelaku usaha dan praktisi, situs ini bisa jadi referensi tambahan yang relevan.
  3. Untuk memahami pola belanja online dan pergeseran perilaku konsumen di kawasan Asia yang sering berdampak ke kebutuhan distribusi barang, pengelolaan stok, dan strategi pengiriman e-commerce, kamu bisa cek insight yang dibahas di portal ini.
  4. Jika kamu ingin melihat contoh pendekatan fulfillment modern—mulai dari proses penyimpanan barang, penanganan pesanan, sampai integrasi pengiriman—situs ini cukup membantu sebagai pembanding praktik operasional (terutama bagi bisnis online).
  5. Untuk konteks pengembangan UMKM di Indonesia—termasuk artikel seputar strategi bisnis, tantangan distribusi, dan kebutuhan pengiriman bagi pelaku usaha kecil—kamu bisa jadikan situs ini sebagai referensi bacaan yang mudah dipahami.

Rute Lain dari Surabaya yang Sering Dipakai Customer MAKHARYA CARGO

  1. Kalau kamu juga punya pengiriman rutin ke Sulawesi Selatan, kamu bisa cek detail layanan, estimasi, dan alur pengirimannya di halaman ekspedisi Surabaya ke Makassar.
  2. Untuk rute Sulawesi Tengah selain Sigi, khususnya tujuan sekitar Palu dan sekitarnya, kamu bisa lihat panduan tarif, estimasi, dan opsi layanan di halaman ekspedisi Surabaya ke Palu.
  3. Jika tujuan pengirimanmu mengarah ke Sulawesi Tenggara, kamu bisa bandingkan layanan dan jadwal pengiriman lewat halaman ekspedisi Surabaya ke Kendari agar perencanaan kirim barang lebih rapi.
  4. Buat kebutuhan distribusi ke Sulawesi Utara (termasuk barang proyek, dagangan, atau stok UMKM), kamu bisa cek opsi pengiriman dan estimasi waktu di halaman ekspedisi Surabaya ke Manado.
  5. Kalau kamu perlu pengiriman menuju Gorontalo untuk stok toko, kebutuhan proyek, atau barang pindahan skala cargo, detail rutenya bisa kamu lihat di halaman ekspedisi Surabaya ke Gorontalo.

 

FAQ 11 Q&A (unik untuk rute Sidoarjo ? Sigi)

1) Minimal 50 kg itu wajib? Bisa kalau di bawah 50 kg?
Minimum 50 kg itu acuan standar cargo untuk rute Sidoarjo ? Sigi supaya ongkir tetap efisien. Kalau barangmu di bawah 50 kg, tetap bisa dikonsultasikan—biasanya kita hitungkan opsi paling masuk akal (gabung muatan/konsolidasi) biar biayanya tidak “kemahalan”.

2) Tarif Rp6.500/kg itu berlaku untuk semua barang?
Rp6.500/kg itu patokan mulai, bukan harga mutlak untuk semua jenis barang. Barang “makan tempat” (volume besar) bisa dihitung kubik, dan barang tertentu butuh penanganan/packing khusus yang mempengaruhi total biaya.

3) Kenapa ongkir bisa pakai kubik (m³), bukan kg saja?
Karena di cargo laut, yang “dibayar” bukan cuma berat, tapi juga ruang. Barang ringan tapi besar (misal furniture) menghabiskan space lebih banyak—makanya sering dihitung volume (m³) atau konversi volumetrik.

4) Cara cepat hitung kubik biar nggak salah dari awal?
Kalau ukuran barang dalam cm:
Kubik (m³) = (P × L × T) / 1.000.000
Contoh 200×80×60 cm = 0,96 m³.
Kamu cukup kirim ukuran per item, nanti tim kami bantu cek perbandingan kg vs kubik sebelum deal.

5) Estimasi 10–12 hari itu dihitung dari kapan?
Umumnya dihitung dari barang sudah siap jalan (sudah masuk proses konsolidasi/manifest), bukan dari chat pertama. Kalau kamu kejar deadline proyek, sampaikan target tanggal—biar kita arahkan ke jadwal keberangkatan terdekat (2x seminggu).

6) Jadwal 2 kali seminggu itu hari apa saja?
Jadwal bisa bergeser tergantung ketersediaan slot dan kondisi pelabuhan. Yang paling aman: kamu kirim data barang + alamat pickup, nanti kita cocokan dengan slot berangkat terdekat untuk rute menuju Sulawesi Tengah lalu distribusi ke Sigi.

7) Barang saya campuran (mesin + furniture + UMKM). Aman digabung?
Aman, selama penataan & packing-nya benar. Prinsipnya: barang berat (mesin/part) dikunci (peti/pallet/strapping), furniture dilindungi sudut & permukaan, dan kardus UMKM dibuat anti-penyok/anti-lembab. Campuran tanpa pemisahan ini yang biasanya bikin baret/penyok.

8) Kapan wajib packing kayu? Kapan cukup bubble/wrapping?

  • Packing kayu: part mesin bernilai/bentuk tidak beraturan, item yang tidak boleh geser, atau furniture finishing sensitif (glossy/display).
  • Bubble + foam sudut + wrapping: furniture umum, kardus UMKM, barang yang bentuknya stabil tapi perlu perlindungan permukaan.
    Kalau kamu kirim foto + ukuran, kita rekomendasikan opsi paling efisien (aman tapi tidak lebay).

9) Bisa pickup dari area Sidoarjo?
Bisa. Pickup disesuaikan akses lokasi (jalan sempit, jam operasional gudang, butuh alat bantu angkat atau tidak). Untuk mempercepat, sertakan patokan lokasi dan info apakah barang sudah siap handling.

10) Bisa antar sampai alamat di Sigi (door to door)?
Bisa, opsi door to door tersedia tergantung alamat tujuan dan akses armada. Kalau lokasinya area proyek atau ada pembatasan jam bongkar, info dari awal biar pengantaran tidak tertahan.

11) Bisa tracking? Update posisi barang dapat dari mana?
Bisa. Untuk rute ini kamu dapat tracking via website dan kita bantu update status via WhatsApp. Tim operasional kami berbasis Surabaya (legalitas & pusat koordinasi), jadi alur pengiriman dan update statusnya jelas dari titik konsolidasi sampai menuju Sigi.

Catatan keamanan: kami tidak memproses pengiriman barang mudah terbakar dan barang ilegal. Kalau ragu, sebutkan jenis barangnya dulu.

CTA WhatsApp (siap copy–paste)

Kirim format ini ke WhatsApp tim MAKHARYA CARGO biar kita hitungkan cepat:

Nama/Perusahaan:
Rute: Sidoarjo ? Sigi
Jenis barang: (mesin/part proyek / furniture / bahan bangunan / makanan kering / dll)
Jumlah item:
Berat total (perkiraan): … kg
Ukuran per item (P×L×T): … cm
Butuh packing: (kayu / bubble / wrapping / rekomendasi)
Alamat pickup: (lengkap + patokan)
Alamat tujuan Sigi: (lengkap + patokan)
Target jadwal kirim: (minggu ini / tanggal …)

Kalau kamu kirim data di atas, kita bisa langsung bantu: hitung ongkir (kg vs kubik), saran packing anti-rusak, dan estimasi berangkat terdekat.

[njwa_button id=”16320″]

[njwa_button id=”16319″]

[njwa_button id=”16316″]